![]() |
| Abdul Mu’ti Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah |
HARIANMERDEKA.ID, Jakarta- Dalam upaya menanggulangi dampak perubahan iklim dan mempromosikan energi terbarukan, Muhammadiyah mengambil langkah proaktif dengan meluncurkan Program 1.000 Cahaya. Hal ini diumumkan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, dalam sebuah acara di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta.Senin (06/05).
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah menetapkan isu perubahan iklim dan energi terbarukan sebagai agenda utama gerakannya. Keputusan ini merupakan hasil kajian yang telah dilakukan sejak Muktamar Muhammadiyah di Makassar.
Menurutnya, penyelamatan lingkungan memerlukan dukungan dari berbagai pihak karena dunia saat ini menghadapi situasi mendidih akibat pemanasan global. Dampak dari perubahan iklim tidak hanya terbatas pada krisis energi dan pangan, tetapi juga memengaruhi aspek politik dan geopolitik, yang pada gilirannya berdampak pada Indonesia.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa fokus Muhammadiyah tidak hanya pada penyelamatan lingkungan, tetapi juga pada promosi energi terbarukan. Dia mendesak agar kesadaran ini diterapkan di setiap institusi Muhammadiyah.
Program 1.000 Cahaya bertujuan untuk mendorong pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan, seperti tenaga surya. Langkah-langkah konkrit telah diambil, seperti penggunaan energi surya di masjid dan kantor Muhammadiyah.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam menyelaraskan aksi nyata dengan kepedulian terhadap lingkungan. Bukan hanya sekadar penanaman pohon, gerakan ini juga mencakup alternatif lain yang dapat memicu perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Dengan Program 1.000 Cahaya, Muhammadiyah berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya penyelamatan lingkungan dan pengembangan energi terbarukan (Fian)
