Muhammadiyah Ukir Sejarah di Inggris, Hardar Nasir Apresiasi Langkah PCIM Britania Raya dan Irlandia

 


Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir



HARIANMERDEKA.ID, London — Muhammadiyah mencatat tonggak baru dalam kiprah internasionalnya setelah Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia resmi menjadi anggota Muslim Council of Britain (MCB). Keanggotaan ini menjadikan PCIM Britania Raya dan Irlandia sebagai organisasi Islam pertama sekaligus satu-satunya dari Indonesia yang tercatat sebagai anggota resmi MCB.


Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyambut pencapaian tersebut dengan apresiasi tinggi. Menurutnya, keanggotaan di MCB merupakan buah dari ikhtiar dan pengabdian yang dilakukan Muhammadiyah untuk memperluas kiprahnya di tingkat global.


“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami menyampaikan apresiasi tinggi atas segala ikhtiar dan pengkhidmatan sehingga Muhammadiyah menjadi organisasi Islam pertama dan satu-satunya dari Indonesia yang menjadi anggota resmi Muslim Council of Britain,” ujar Haedar dalam video sambutannya, Jumat (21/08).


Haedar menegaskan, status sebagai anggota MCB tidak semestinya dipandang hanya sebagai pencapaian administratif atau kelembagaan. Lebih dari itu, keanggotaan tersebut menjadi peluang strategis bagi Muhammadiyah untuk memperluas kontribusi, membangun jejaring, serta memperkenalkan gagasan Islam berkemajuan di tengah masyarakat internasional.


Ia berharap PCIM Britania Raya dan Irlandia mampu mengambil peran nyata, baik dalam kehidupan komunitas Muslim di Inggris maupun dalam kehidupan sosial masyarakat secara lebih luas.


Haedar juga berpesan agar Muhammadiyah terus menampilkan karakter sebagai gerakan Islam wasathiyah yang moderat dan mampu memberikan manfaat bagi kemanusiaan.


Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan prinsip ummatan wasathan yang mendorong umat Islam untuk hadir dalam mencerdaskan, mencerahkan, dan memajukan kehidupan serta mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.


“Secara khusus, tampilkan pandangan Islam berkemajuan, Islam yang selalu berdiri tegak di atas tauhid yang kokoh. Mengembangkan tajdid dan ijtihad, menampilkan wasathiyah Islam, dan mewujudkan rahmatan lil ‘alamin sebagai karakter dari Islam berkemajuan,” kata Haedar.


Kehadiran PCIM Britania Raya dan Irlandia dalam lingkungan MCB juga dinilai membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan dakwah dan tajdid Muhammadiyah di ranah internasional. Karena itu, nilai-nilai utama Muhammadiyah, seperti keteguhan tauhid, semangat pembaruan, ijtihad, serta kepedulian sosial, diharapkan dapat diwujudkan melalui program dan kontribusi yang konkret.


Haedar berharap keanggotaan tersebut tidak berhenti pada pengakuan kelembagaan. Muhammadiyah diharapkan mampu memanfaatkannya sebagai pintu masuk untuk memperkuat dialog lintas komunitas, membangun kolaborasi, serta ikut menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkemajuan.


Momentum bersejarah tersebut kemudian dilanjutkan dengan agenda pengukuhan PCIM Britania Raya dan Irlandia periode 2026–2028 sekaligus penyerahan Sertifikat Keanggotaan Muslim Council of Britain. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (22/08), pukul 09.00–12.00 BST, di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London.


Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir dalam agenda tersebut, antara lain Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq Mughni, Sekretaris Jenderal Muslim Council of Britain Wajid Akhter, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya, Irlandia, dan IMO, Desra Percaya.


Bergabungnya PCIM Britania Raya dan Irlandia ke dalam MCB menjadi penanda semakin luasnya jejaring Muhammadiyah di tingkat internasional. Keanggotaan ini sekaligus menghadirkan peluang baru bagi Muhammadiyah untuk memperkuat persaudaraan, memperluas kerja sama, dan menghadirkan dakwah yang mencerahkan di tengah masyarakat Inggris.


Dengan membawa gagasan Islam berkemajuan, Muhammadiyah diharapkan tidak hanya dikenal sebagai organisasi Islam asal Indonesia, tetapi juga mampu tampil sebagai bagian dari gerakan global yang aktif membangun kehidupan yang damai, inklusif, dan memberi manfaat bagi seluruh umat manusia.