Jakarta, 25
Februari 2019
Air Mata
Presidenku
Presidenku yang ke 7
Berapa kali tunjukkan kesedihannya
Politik yang dia ada di dalamnya
Luluk latak energiku untuknya
Berapa kali tunjukkan kesedihannya
Politik yang dia ada di dalamnya
Luluk latak energiku untuknya
Saat lihat air matanya
Aku uji terus dirinya
Untuk sampai bersimpati padanya
Banyak soal
yang tak kutahu tentang dirinya
Pengusaha mebel tak bertrah bangsawan
Juga bukan lulusan perguruan tinggi luar negeri
Yang jadi bahan tertawaan dan soal bagi lawan dan kawan
Ejekan di belakang punggungnya saja,
Sebuah beban mental yang ia mampu pikul
Barangkali "kecelakaan"
angkat dirinya
Adalah berkah bagi rakyat Indonesia
Sebagai pemegang kedaulatan
Adalah berkah bagi rakyat Indonesia
Sebagai pemegang kedaulatan
Yang anehnya justru banyak yang menghujatnya
Kurasa ia manfaatkan tongkat kekuasaan yang dipegang
Untuk perbaiki negeri ini
Yang terlanjur sakit berat
Semoga ia sebagai pembuka jalan
Pilihan wakil presiden yang
diambil
Telah patahkan hatiku
Simpati padanya lebih besar dari hatiku yang patah
Telah patahkan hatiku
Simpati padanya lebih besar dari hatiku yang patah
Ketika ia dengan berani bicara soal tanah
Yang aku yakin akan jadi bom di negeri ini
Entah kapan terjadinya
Kuaduk-aduk hatiku
Dengan bertanya:"Apa urusanmu dengan semua yang tak terkait langsung denganmu?"
"Tegakah kau biarkan dia
sendiri di sana?
Melawan para perusak negeri?"
Duuuuuuh
Melawan para perusak negeri?"
Duuuuuuh
Loading...
loading...
loading...
