Busana, Budaya dan Politik

 

Drs. Sakhroji, M. Pd



 

(Bagian 1)

 

HARIANMERDEKA.ID-Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki corak ragam budaya yang beraneka ragam dan tersebar di seluruh kepulauan Nusantara. Keanekaragaman ini dipengaruhi oleh letak geografis Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai pulau Rote.

Konsekuensi ini tidak bisa ditolak kalau  pada akhirnya kita memiliki beraneka ragam suku, bahasa, agama, budaya., adat istiadat yang berbeda.

Dari sudut budaya kita memiliki banyak keanekaragaman, seperti  upacara adat, senjata tradisional, bangunan adat, makanan, kesenian, pakaian/busana adat dan sebagainya.

Dan realitas seperti ini masih bisa kita lihat dan saksikan momen kegiatan adat di Nusantara sampai dengan hari ini.

Budaya

Berbicara budaya berarti kita membicarakan sesuatu yang diciptakan atau dihasilkan oleh umat manusia. Manusia dapat melakukan pekerjaan yang menghasilkan sesuatu karena memiliki akal dan budi atau cipta, rasa dan karsa yang merupakan anugerah Tuhan YME.

Hal ini sejalan dengan pandangan Selo Soemardjan dan  Soelaeman Somardi. Selo Soemardjan merupakan sosiolog serta tokoh pendidikan dan pemerintahan di Indonesia. Sedangkan Soelaeman Somardi merupakan seorang sosiolog Indonesia. Keduanya  merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat, demikian dilansir oleh merdeka. com.

Budaya dikaitkan dengan bagian dari budi dan akal manusia. Budaya merupakan pola atau cara hidup yang terus berkembang oleh sekelompok orang dan diturunkan pada generasi berikutnya dengan mengalami perubahan di sana sini untuk kemajuan dan kesejahteraan umat manusia.

Budaya pada dasarnya adalah kebiasaan kebiasaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat kita yang merupakan perwujudan dari nilai nilai yang baik dan dianggap sakral. Oleh karena itu wajar bagi masyarakat tertentu budaya itu diagungkan, dikeramatkan dan dilestarikan. Misalnya saja sekatenan, larung sesaji, tujuh bulanan, ngaben, sedekah bumi, bakar baru dan sebagainya.

Dengan kegiatan ritual upacara adat seperti itu pada hakikatnya  merupakan kegiatan untuk  menyeimbangkan dan menyelaraskan antara dimensi alam, manusia dan Tuhan YME.

Disinilah pentingnya mengapa kita harus mempelajari budaya, tidak lain agar kita bisa mau menghargai dan menghormati jasa jasa dan hasil karya leluhur kita

Dengan demikian budaya budaya yang ada di Nusantara yang kita miliki saat ini sebagai hasil warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia harus kita banggakan. Selanjutnya mari kita  budayakan, pertahankan dan lestarikan budaya Nusantara.  Jangan sampai budaya yang sudah diciptakan dengan susah payah akhirnya punah. Kita sebagai generasi penerus memiliki kewajiban dan tanggung jawab moral untuk melestarikannya.

 

Busana

Busana sebagai salah satu hasil cipta karsa dan karya manusia pada hakikatnya  bertujuan untuk melindungi tubuh dari cuaca panas  dan dingin. Namun seiring perkembangan jaman busana tidak sekedar menutupi tubuh semata, tapi kini busana sudah dijadikan sebagai ajang model

Kata ‘busana’ menjadi ”padanan pakaian”. Meskipun demikian pengertian busana dan pakaian merupakan dua hal yang berbeda. Singkatnya busana itu “pakaian yang enak di pandang mata, serasi, selaras, dan harmonis Sedangkan pakaian merupakan bagian dari busana  yang tergolong pada busana pokok. Jadi pakaian merupakan busana pokok yang digunakan untuk menutupi bagian-bagian tubuh.

Busana sendiri menurut kamus Umum Bahasa Indonesia adalah pakaian (yang indah-indah), perhiasan. Busana adalah segala sesuatu yang di kenakan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Pakaian diartikan sebagai segala sesuatu yang dikenakan pada tubuh, baik dengan maksud melindungi tubuh ataupun untuk memperindah penampilan tubuh dengan cara memakai busana.

Di Indonesia busana memiliki corak dan ragam yang berbeda antara satu daerah yang satu dengan daerah lainnya. Corak dan ragam busana menggambarkan filosofi budaya adat-istiadat daerah masing-masing. Busana adat juga menggambarkan identitas dan jati diri dari masyarakat setempat. Mereka suka dan bangga dengan busana adatnya

Sebagai rasa bangga dan syukur dikaruniai beraneka ragam busana Nusantara, penulis ingin mengingatkan dan mengenalkan kembali beberapa busana seperti Kebaya dari Jawa, Ulos dari Batak,  Ulee Balang dari Aceh,  Bundo Kandung dari Sumatera Barat,  Pangsi dari Banten,  dan sebagainya.

 Pakaian adat biasanya dipakai untuk acara ritual atau momen momen tertentu, seperti memperingati hari besar seperti kelahiran, pernikahan, kematian, serta hari-hari besar keagamaan., maupun hari besar nasional kemerdekaan Republik Indonesia. seperti karnavalan. Pakaian adat memang dijadikan penanda untuk sesuatu yang mencerminkan suatu sikap.

Hal yang tidak bisa kita lupakan ketika acara ritual  berlangsung  adalah busana yang dikenakan oleh mereka. Pemakaian busana adat merupakan bagian yang tidak terpisahkan, karena busana adat menjadi simbul kelengkapan acara sekaligus sebagai simbol menghargai dan menghormati leluhur. Jadi kita tidak bisa sembarangan memakai pakaian asal asalan.

Nah  jelas,  bahwa ketika melakukan acara ritual salah satu unsur budaya yang harus dikenakan  adalah busana adat.