Harris Turino : Indonesia Memiliki Peluang Luar Biasa Sebagai Eksportir Green Energy


Anggota DPR RI Komisi VI Harris Turino


 HARIANMERDEKA.ID,Jakarta- PT Rekayasa Industri (Rekind) memiliki peran yang strategis untuk membuka peluang besar bagi Indonesia menjadi eksportir green energy melalui hidrogen dan amoniak. Hal itu disampaikan Harris Turino Anggota DPR RI Komisi VI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kepada Harianmerdeka Jum'at (24/03).

Menurut Anggota Komisi VI DPR RI Harris Turino itu, Dua jenis bahan kimia alami itu merupakan peralihan energi dari bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas bumi ke energi bersih yang ramah lingkungan.

"Indonesia memiliki peluang yang luar biasa besar sebagai ekportir green energy, karena teknologinya kita kuasai" katanya.

Kita tahu, Kata Harris, Rekind merupakan satu-satunya perusahaan Engineering, Procurement dan Construction (EPC) milik BUMN yang punya kemampuan dalam memproduksi hidrogen dan amoniak.

Dengan menguasai teknologi tersebut, Lanjut Harris,  Indonesia bisa berpartisipasi dalam green energy dunia. Karena itu, menyelamatkan Rekind bukan hanya untuk kepentingan perusahaan tersebut tetapi juga Indonesia.

Dijelaskan, Selain memiliki tenaga ahli dan teknologi. Perusahaan milik negara yang berdiri sejak 12 Agustus 1981 tersebut sudah mengerjakan beberapa proyek terkait hidrogen dan amoniak, seperti halnya Pusri 2B.

"Walaupun tetap kita bekerja sama dengan pihak-pihak lain dari luar, tapi sebagai lead contractor-nya kita selaku bangsa mengandalkan Rekind," kata Harris.

Menurut majalah Engineering News Record (ENR) yang diterbitkan pada  22 Agustus 2016. Kata Harris,  Rekind merupakan satu-satunya perusahaan EPC di Indonesia yang masuk ranking ENR Top 250 International Contractors of The World dan Top 250 Global Contractors of The World.

Sementara itu, di Amerika Serikat, ENR Magazine secara luas dianggap sebagai salah satu publikasi industri konstruksi yang paling otoritatif dan dianggap oleh banyak orang sebagai "kitab suci" industri konstruksi.

Selain itu Rekind juga dianugerahi penghargaan ASEAN Engineering Award 2018 dari ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO), untuk Kategori Perusahaan.

Lebih lanjut, penghargaan ini merupakan salah satu bentuk  pengakuan bergengsi yang diberikan AFEO atas prestasi dan inovasi Rekind untuk proyek rekayasa di kawasan ASEAN.

" Rekind telah mendapat pengakuan internasional sehingga Indonesia benar-benar membutuhkan satu perusahaan EPC yang mampu bersaing dengan para raksasa EPC dunia, Sehingga sebagai sumber centre of excellent, BUMN Indonesia punya peran yang luar biasa," tutup Harris.(***).