![]() |
| Direktur Urais Binsyar Adib terima delegasi BRIN bahas pengiatan literasi kebencanaan |
HARIANMERDEKA.ID, Jakarta- Dalam upaya untuk memperkuat literasi kebencanaan melalui ekosistem masjid. Kementerian Agama bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan melakukan kerjasama dengan UNESCO Hal tersebut disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar), Kemenag, Adib saat menerima delegasi BRIN di Jakarta, Rabu (13/03).
Program kerjasama tersebut, kata Adi, menargetkan masjid-masjid untuk memiliki konsep dalam penanggulangan bencana, dengan menyesuaikan tata ruang dan arsitektur.
“Bagaimana masjid-masjid kita, utamanya para takmir, memiliki mindset dalam penanggulangan bencana, maka kita membangun literasi di kalangan para takmir maupun jemaah masjid. Seperti bagaimana sebaiknya tata ruang dan arsitektur masjidnya sehingga bisa menanggulangi bencana alam,” ujar Adib.
Lebih lanjut, kata Adib, pihaknya akan melakukan peningkatan literasi kebencanaan dikalangan aktivis, takmir, dan jemaah masjid.
Untuk itu, sambung dia, Kemenag akan bekerjasama untuk menerbitkan buku terkait pengelolaan masjid tanggap bencana dan melakukan bimbingan teknis dengan para ahli dan pihak terkait mengenai penanggulangan bencana di masjid.
Program ini bukan hanya terkait kebencanaan, namun juga terkait dengan kesejahteraan masyarakat dan penanganan kesenjangan sosial.
Adib berharap, masjid tidak hanya menjadi pusat syiar Islam yang toleran, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.
“Kita harapkan masjid atau tempat-tempat ibadah tidak hanya menjadi pusat syiar Islam yang toleran, akan tapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat untuk mengidentifikasi terkait dengan kebencanaan. Sebab, Indonesia termasuk negara yang sangat rentan bencana,” pungkas Adib. (***).
.jpg)