Komisi I DPR RI Terima Kunjungan Delegasi Kemendagri Australia untuk Bahas Kerja Sama Keamanan Siber

 

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid saat menerima Kunjungan Kehormatan (courtesy call) dari delegasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Australia, Clare O'Neil di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara III, DPR RI, Senayan, Jakarta. Rabu (8/5/2024). Foto : Runi/Andri


HARIANMERDEKA.ID, Jakarta- Pertemuan antara Komisi I DPR RI dan delegasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Australia menjadi sorotan utama di Gedung Nusantara III, DPR RI, Senayan, Jakarta. Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Clare O'Neil, Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, menyoroti potensi kerja sama di bidang keamanan siber (cyber security).

"Indonesia memiliki jumlah demografi yang sangat besar dan pengguna internet aktif terbanyak di dunia. Sehingga topik kerja sama di bidang keamanan siber ini bagi kita juga sangat didukung," ungkap Meutya kepada wartawan usai pertemuan pada Rabu (08/05).

Meutya juga menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam menghadapi ancaman serangan siber. Australia, dengan kementerian yang fokus pada penanganan serangan siber, menjadi mitra potensial bagi Indonesia dalam memperkuat pertahanan siber.

"Siber itu borderless, jadi ini permasalahan banyak negara. Kerja sama dengan Australia menjadi penting karena pengguna internet Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia," jelasnya.

Menyikapi potensi serangan siber yang bersifat internasional, Meutya memandang pentingnya upaya bersama untuk melawan penjahat siber. Dia menegaskan perlunya langkah konkret dari pemerintah, termasuk upaya peningkatan regulasi terkait keamanan siber.

"Pemerintah perlu melindungi negara dari serangan siber yang memiliki jaringan mafia internasional. Melawan mereka harus dilakukan bersama-sama karena mereka berkolaborasi antarnegara dan sistematis," tambahnya.

Meski upaya pengamanan media siber di Indonesia telah dilakukan melalui revisi UU ITE dan UU Perlindungan Data Pribadi, Meutya tidak menutup kemungkinan akan dibentuknya UU Pengamanan Siber secara khusus di masa mendatang.

Pertemuan tersebut juga menunjukkan hubungan baik antara Indonesia dan Australia dalam bidang keamanan, di mana Komisi I DPR RI sebelumnya telah menerima perwakilan dari Australia Secretary of Defense serta beberapa menteri terkait. Keberadaan Kemendagri Australia yang mengawasi bidang keamanan siber juga memberikan landasan yang kuat untuk kerja sama antara kedua negara.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid didampingi oleh Anggota Komisi I lainnya, yaitu Bobby Adhityo Rizaldi dan Nurul Arifin. Komisi I berharap agar hasil dari pertemuan tersebut dapat diimplementasikan secara efektif demi keamanan siber kedua negara.