![]() |
| Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Lestari Moerdijat. |
HARIANMERDEKA.ID, Jakarta- Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya mengimbangi perkembangan teknologi digital dengan penguatan nilai-nilai budaya dan wawasan kebangsaan, terutama bagi generasi muda. Ia menyatakan bahwa teknologi digital memiliki potensi ganda—dapat memberikan dampak positif maupun negatif, tergantung pada bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan.
"Peningkatan literasi digital bagi setiap anak bangsa harus menjadi perhatian semua pihak untuk menekan dampak negatif perkembangan teknologi," ujar Lestari dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin,(27/05).
Berdasarkan data survei dari We Are Social dan Kepios 2022, pengguna internet di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2022, tercatat ada 204 juta pengguna internet di Indonesia, atau sekitar 73,7 persen dari total penduduk. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 80,1 persen penduduk Indonesia menggunakan internet untuk mencari informasi, dengan rata-rata penggunaan internet selama 8 jam 36 menit per hari.
Lestari menyatakan bahwa meskipun teknologi digital menawarkan banyak manfaat, dampak negatifnya juga mengkhawatirkan. Salah satu dampak tersebut adalah pengaruhnya terhadap perkembangan generasi muda dalam menyerap nilai-nilai budaya, yang esensial dalam proses pembentukan karakter bangsa.
Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan upaya yang masif dan konsisten dalam meningkatkan literasi digital di kalangan anak bangsa. Ini harus disertai dengan penanaman nilai-nilai budaya dan wawasan kebangsaan yang kuat.
"Pemanfaatan teknologi digital yang sudah menjadi bagian keseharian setiap anak bangsa harus benar-benar mampu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam upaya meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat karakter anak bangsa," kata Lestari.
Ia menambahkan bahwa pengetahuan tentang pemanfaatan teknologi digital yang tepat harus dapat digunakan untuk mempercepat peningkatan pemahaman nilai-nilai kebangsaan, yang dibutuhkan dalam proses membangun karakter setiap warga negara.
Lestari berharap para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah dapat berperan aktif dalam proses peningkatan literasi digital masyarakat. Hal ini penting demi mewujudkan anak bangsa yang berkarakter dan berdaya saing, serta mampu menjawab berbagai tantangan zaman.
