![]() |
| Raffi Ahmad |
HARIANMERDEKA.ID, Jakarta-Pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada artis Raffi Ahmad oleh Universal Institute of Professional Management (UIPM) Thailand menuai kontroversi dan sorotan tajam dari warganet. Banyak yang mempertanyakan kredibilitas kampus yang memberikan gelar tersebut, terutama karena UIPM tidak terdaftar dalam daftar universitas ternama dunia seperti Financial Times, THE, atau Webometrics.
Melalui unggahan akun X @team_ju****, Senin (30/09) dikutip HarianMerdeka dari Rmol, warganet mengungkap sejumlah kejanggalan terkait UIPM. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah domain website kampus yang menggunakan alamat Indonesia, uipm.ac.id, padahal institusi ini diklaim berbasis di Thailand. Bahkan, laman resmi kampusnya penuh dengan konten berbahasa Indonesia, yang semakin menambah tanda tanya.
Selain itu, informasi bahwa Raffi Ahmad memperoleh gelar dalam jurusan "Event Management and Global Digital Development" juga dipertanyakan. Jurusan tersebut tidak tercantum dalam daftar fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial di website resmi UIPM.
Kejanggalan lain yang diungkap warganet adalah terkait domain uipm.ac.id yang baru didaftarkan pada 11 April 2023 dan diperbarui pada April 2024. Fakta ini semakin memicu keraguan tentang legalitas dan validitas kampus tersebut sebagai institusi pemberi gelar kehormatan internasional.
Kontroversi ini pun berkembang, dengan banyak pihak mempertanyakan apakah gelar yang diberikan kepada Raffi Ahmad sah dan pantas, mengingat banyaknya temuan yang tidak sesuai dengan standar internasional dalam pemberian gelar doktor kehormatan.(***)
