Brebes Dorong Keberlanjutan Program Keluarga SIGAP Menuju Generasi Emas 2045

 

Pemerintah Kabupaten Brebes bersama Kementerian Desa PDT, Dinas Kesehatan, dan Program Keluarga SIGAP menggelar Lokakarya Keberlanjutan Program Keluarga SIGAP tingkat kecamatan dan desa. Kegiatan berlangsung di Dedi Jaya Hotel Brebes, Selasa (18/11).


HARIANMERDEKA.ID, Brebes – Pemerintah Kabupaten Brebes bersama Kementerian Desa PDT, Dinas Kesehatan, dan Program Keluarga SIGAP menggelar Lokakarya Keberlanjutan Program Keluarga SIGAP tingkat kecamatan dan desa. Kegiatan berlangsung di Dedi Jaya Hotel Brebes, Selasa (18/11).

Asisten Administrasi Umum Sekda Brebes, Untung Rizaludin, mewakili Sekda Brebes Dr Tahroni, menyampaikan bahwa Program Keluarga SIGAP berperan penting dalam mendukung perencanaan dan penganggaran desa, khususnya untuk mendorong pencapaian Generasi Emas 2045.

“Program ini menjangkau keluarga dengan anak usia 0–24 bulan melalui pelatihan kader, kunjungan rumah, kelas ibu baduta, hingga penggunaan media interaktif dan media sosial sebagai sarana komunikasi,” ujar Untung saat membuka acara.

Ia menegaskan pentingnya komitmen kepala desa dalam melanjutkan program, mengingat percepatan penurunan stunting menjadi prioritas nasional.


Pada tahun 2025, Keluarga SIGAP diterapkan di tiga wilayah pengembangan, yakni Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat), Kabupaten Brebes (Jawa Tengah), dan Kabupaten Banjar (Kalimantan Selatan).

Hingga Oktober 2025, di Brebes program ini telah menjangkau 26.057 baduta di 204 desa. Sebanyak 1.872 kader dari 1.272 posyandu telah mendapatkan pelatihan, melakukan lebih dari 25 ribu kunjungan rumah, serta menyelenggarakan 1.466 kelas ibu baduta.

Penasihat Advokasi Program SIGAP, Nuwirman, menyebut SIGAP sebagai pendekatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh keluarga. “Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan masyarakat,” ungkapnya.


Team Leader Program SIGAP, Ardi Prastowo, berharap desa-desa di Brebes dapat melanjutkan program ini secara mandiri melalui dukungan Dana Desa.

“Kami mengajak para kepala desa untuk bersama-sama berkomitmen menjaga kesinambungan program ini,” katanya.

Sappe MP Sirait dari Direktorat Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa turut menegaskan bahwa Dana Desa dapat digunakan untuk meningkatkan layanan kesehatan dasar.

“Komitmen kami memastikan setiap desa mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih baik dan mendukung keberlanjutan SIGAP,” jelasnya.


Lokakarya yang berlangsung 18–20 November 2025 ini mengundang 204 kepala desa. Para peserta mendapat pemahaman mengenai urgensi program Keluarga SIGAP dalam menekan angka stunting serta pentingnya integrasi program ini dalam perencanaan dan penganggaran desa.

Dengan dukungan Kementerian Desa, Dinas PMD, dan Bappeda, Brebes menegaskan langkah serius dalam mewujudkan generasi sehat dan berkualitas menuju Generasi Emas 2045.(***)