KAI Divre III Palembang Ingatkan Warga Waspada Penipuan Rekrutmen Berkedok Jalur Khusus



HARIANMERDEKA.ID, Palembang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang kembali mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat terkait maraknya penipuan yang mengatasnamakan proses rekrutmen perusahaan. Selasa, (18/11).


Modus yang digunakan para oknum ini semakin beragam, mulai dari pesan berantai WhatsApp dan SMS, akun media sosial palsu yang menyerupai akun resmi, hingga situs web tiruan yang dibuat mirip dengan laman resmi KAI.


Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menegaskan bahwa seluruh tahapan rekrutmen KAI hanya diumumkan melalui situs resmi e-recruitment KAI di https://e-recruitment.kai.id/. Ia menekankan bahwa proses seleksi berjalan secara terbuka, berintegritas, dan tanpa dipungut biaya apa pun.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai pihak mana pun yang mengaku dapat meloloskan peserta dalam proses rekrutmen KAI. Tidak ada jalur cepat, tidak ada layanan khusus, dan tidak ada jaminan kelulusan,” tegas Aida.


Ia juga menjelaskan bahwa KAI telah menerapkan ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan, sehingga segala bentuk pungutan atau imbalan jelas tidak dibenarkan. Para calon pelamar diminta memeriksa setiap informasi melalui kanal resmi dan segera melaporkan jika menemukan indikasi penipuan.


Aida menambahkan, proses rekrutmen eksternal untuk tingkat SLTA, D3, hingga D4/S1 di Divre III Palembang saat ini telah memasuki tahap pengumuman hasil wawancara dan dilanjutkan ke pemeriksaan kesehatan akhir. Khusus formasi Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), peserta masih harus melewati tahap kesamaptaan setelah pemeriksaan kesehatan.


KAI mengajak masyarakat untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait rekrutmen melalui Customer Service di stasiun, Contact Center 121 (021-121), WhatsApp resmi KAI 081-122-233-121, email cs@kai.id, atau akun media sosial resmi KAI yang sudah terverifikasi.


“Dengan imbauan ini, kami berharap masyarakat semakin waspada dan tidak menjadi korban penipuan yang merugikan banyak pihak, terutama para pencari kerja,” tutup Aida.(***)