HARIANMERDEKA.ID,Padang– Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, meninjau langsung operasi pencarian dan pertolongan melalui udara menggunakan helikopter Basarnas. Sabtu (29/11).
Peninjauan dilaksanakan bersama Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, untuk memastikan percepatan penanganan bencana di Sumatra Barat.
Syafii menegaskan bahwa penggunaan unsur udara menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pemantauan serta menjangkau wilayah yang sulit dilewati melalui jalur darat.
“Unsur udara memiliki peran strategis untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses. Kami memastikan seluruh potensi SAR bekerja maksimal dan terkoordinasi,” ujarnya.
Dalam penerbangan tersebut, Kepala Basarnas memantau sejumlah titik terdampak, termasuk kawasan Kabupaten Agam yang sebelumnya dilaporkan terisolasi. Ia menyampaikan bahwa kondisi aliran sungai yang sempat membawa lumpur deras kini mulai stabil dan banjir perlahan surut.
“Saya pastikan kondisi lumpur-lumpur sungai yang deras sudah berhenti, dan banjir sudah mulai surut,” kata Syafii.
Selain pemantauan, Basarnas juga menerima laporan adanya tiga korban luka berat di Kecamatan Pelambayan, Kabupaten Agam. Ketika helikopter tiba di lokasi, tim langsung melakukan evakuasi.
“Saat kami sampai di sana, kami langsung mengevakuasi korban. Mereka mengalami patah terbuka yang sudah berlangsung enam hari,” ungkapnya.
Operasi udara ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan darurat dan memastikan akses bantuan menjangkau seluruh wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat.
