![]() |
| Kegiatan Baitul Arqam Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Pakistan 2025 resmi berakhir pada Minggu (30/11) |
HARIANMERDEKA.ID, Pakistan – Kegiatan Baitul Arqam Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Pakistan 2025 resmi berakhir pada Minggu (30/11) setelah berlangsung selama tiga hari di Orange Lake Resort, Khampur Dam, Pakistan.
Acara pengkaderan ini diikuti sekitar 65 peserta dari PCIM dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Pakistan, termasuk panitia pelaksana.
Selama penyelenggaraan, peserta mendapatkan pembekalan ideologi dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Materi disampaikan secara daring melalui lima sesi yang mengupas isu fundamental, mulai dari pemurnian tauhid, manhaj gerakan, peran global Muhammadiyah, hingga implementasi nilai-nilai persyarikatan dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya menerima materi, peserta juga terlibat dalam diskusi kelompok, dinamika kader, dan berbagai aktivitas yang dirancang untuk memperkuat pemahaman ideologi serta membangun kekompakan antarpeserta. Suasana keakraban semakin terasa pada malam keakraban, yang menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi warga Muhammadiyah di Pakistan.
Wakil Ketua MPKSDI, Taufiqur Rahman, dalam penutupan kegiatan menyampaikan pesan inspiratif, mengutip nasihat Kiai Ahmad Dahlan. “Belajarlah setinggi mungkin. Di mana pun berada, jadilah guru, jadilah kiai, jadilah insinyur, jadilah profesor, jadilah apa pun itu, dan tetap kembalilah ke Muhammadiyah,” ujarnya dikutip Senin (01/12) HarianMerdeka dari Muhammadiyah.or.id.
Baitul Arqam PCIM Pakistan 2025 dinilai sukses terselenggara dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Kegiatan ini diharapkan melahirkan kader yang matang secara ideologis, memiliki perspektif global, dan siap mengambil peran dalam dakwah berkemajuan di tingkat internasional. (*)
