Gus Yahya: Napak Tilas Muassis NU Upaya Merawat Mandat Peradaban

 



HARIANMERDEKA.ID, Jakarta — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa kegiatan napak tilas para muassis NU merupakan bagian dari upaya menjaga dan merawat mandat peradaban yang diwariskan oleh para pendiri Nahdlatul Ulama.


Hal itu disampaikan Gus Yahya melalui akun Twitter pribadinya, menanggapi kegiatan napak tilas yang menelusuri jejak perjuangan para ulama pendiri NU, khususnya lintasan Bangkalan–Jombang yang sarat nilai historis dan spiritual


Menurut Gus Yahya, napak tilas tersebut merupakan aktivasi sanad Syaikhona Kholil Bangkalan hingga Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, yang menjadi titik awal berdirinya Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Ia menyebut, Hadratussyekh mewariskan NU nyaris tanpa definisi formal, namun nilai dan balutannya begitu terasa hingga kini.


“Barangkali karena NU memang ikatan yang azali,” tulis Gus Yahya Minggu (04/01).


Ia juga menekankan bahwa perjalanan Kiai As’ad Syamsul Arifin dalam lintasan sejarah tersebut merupakan bentuk tabarruk atas khidmah besar para muassis NU. Lintasan Bangkalan–Jombang, kata dia, bukan sekadar perjalanan geografis, melainkan jalur yang membuhul pesan suci untuk menyatukan para ulama dalam satu wadah besar bernama Jam’iyah Nahdlatul Ulama.


Gus Yahya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para dzuriyah muassis NU atas inisiatif khidmah napak tilas tersebut. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus menguatkan kesadaran sejarah dan spiritual warga NU.


“Semoga kita, para khudama’, kader dan warga NU, senantiasa kuat merawat mandat peradaban ini demi kemaslahatan bangsa, negara, dan kemanusiaan,” pungkasnya.