HARIANMERDEKA.ID, Sitaro — Kementerian Sosial (Kemensos) bersama pemerintah daerah menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Bencana tersebut dilaporkan berdampak pada empat kecamatan dan menyebabkan korban jiwa serta luka-luka.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk memastikan bantuan sampai kepada para korban.
“Kami terus bekerja sama dengan pemda dan unsur terkait dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Senin (05/01).
Bantuan logistik yang disiapkan Kemensos antara lain 100 lembar kasur, 200 lembar selimut, 200 paket makanan anak, 50 lembar tenda gulung, 200 paket family kit, 100 paket perlengkapan anak, 400 paket makanan siap saji, 500 paket lauk pauk siap saji, serta 500 kilogram beras.
Menurut Gus Ipul, seluruh bantuan tersebut dikirim melalui jalur laut dan dijadwalkan berangkat pada malam hari, 5 Januari 2026, menuju Kepulauan Siau.
Berdasarkan data sementara, banjir bandang terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Peristiwa ini diduga dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Sitaro. Aliran banjir membawa material batu, kayu, dan lumpur yang merusak permukiman warga, fasilitas umum, serta menyebabkan korban jiwa.
Empat kecamatan yang terdampak bencana tersebut meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Hingga saat ini, tercatat delapan orang meninggal dunia dan belasan warga mengalami luka-luka.
Sementara itu, para korban yang terdampak banjir bandang telah mengungsi ke sejumlah lokasi aman. Sebanyak 37 kepala keluarga atau 105 jiwa mengungsi di Gereja Betabara Paseng, sedangkan 54 kepala keluarga atau 287 jiwa lainnya mengungsi di Museum Ulu. Total pengungsi di dua titik tersebut mencapai 91 kepala keluarga atau 392 jiwa.
Pemerintah Kabupaten Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 1 Tahun 2026, yang berlaku mulai 5 hingga 18 Januari 2026.
Saat ini, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) tengah dalam perjalanan menuju Kepulauan Siau menggunakan kapal laut. Selain membawa logistik, tim juga mempersiapkan pendirian dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Kendala akses ke lokasi yang hanya dapat dijangkau menggunakan perahu dengan kapasitas terbatas membuat sebagian kebutuhan bantuan dipenuhi melalui mekanisme pembelanjaan langsung di lapangan.
