PDIP Tegaskan Peran Penyeimbang di Luar Pemerintahan Prabowo

 

Kader muda PDIP, Seno Bagaskoro


HARIANMERDEKA.ID, Jakarta- PDI Perjuangan menegaskan pilihannya untuk berada di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan berarti mengambil sikap abu-abu dalam politik. Kader muda PDIP, Seno Bagaskoro, menekankan bahwa posisi sebagai partai penyeimbang justru dijalankan dengan sikap yang jelas dan tegas.


Hal itu disampaikan Seno dalam konferensi pers hari kedua Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP yang digelar di Beach City International Stadium, Minggu (11).


Ia menyatakan bahwa keputusan PDIP berada di luar pemerintahan telah disampaikan secara terbuka sejak berakhirnya Pemilu 2024 dan pelantikan presiden.


Menurut Seno, berada di luar pemerintahan tidak berarti menolak seluruh kebijakan yang diambil pemerintah. PDIP, kata dia, tetap akan mendukung program-program yang dinilai membawa manfaat nyata bagi rakyat.


Dukungan tersebut disebutnya sebagai bagian dari sikap rasional dalam berpolitik.

Seno juga menjelaskan bahwa dalam sistem presidensial yang dianut Indonesia, tidak dikenal konsep oposisi secara formal seperti dalam sistem parlementer. 


Karena itu, PDIP memilih mengambil posisi sebagai penyeimbang yang bersifat dinamis, yakni berada di luar pemerintahan namun tetap berperan aktif dalam mengawal kebijakan publik.


“Posisi ini memungkinkan kami menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah, tergantung pada situasi dan kepentingan rakyat,” ujarnya.


Sebagai contoh konkret, Seno menyinggung keterlibatan PDIP dalam mendukung penanganan bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra. Partai, menurutnya, turut mengerahkan berbagai sumber daya, mulai dari kader, ambulans, hingga Kapal Laksamana Malahayati untuk membantu masyarakat terdampak.


Ia juga menyebut sejumlah tokoh PDIP, seperti Tri Rismaharini, Ribka Tjiptaning, dan Ganjar Pranowo, yang terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan tersebut bersama jajaran pengurus daerah dan kader partai.


Rakernas I PDIP sendiri merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-53 PDIP. Kegiatan ini mengusung tema Satyam Eva Jayate dengan subtema Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya, dan dijadwalkan berlangsung hingga 12 Januari 2026 sebagai tindak lanjut dari hasil Kongres ke-VI PDIP pada Agustus 2025.(Yws).