![]() |
| Ketua DPR RI Puan Maharani |
HARIANMERDEKA.ID, Jakarta– Ketua DPR RI menegaskan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global, khususnya konflik yang berkembang di kawasan Timur Tengah. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 DPR RI.
Menurut Puan, situasi geopolitik internasional yang terus berkembang menuntut Indonesia untuk tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas dan aktif. Ia menekankan bahwa penghormatan terhadap hukum internasional serta kedaulatan negara harus menjadi landasan utama dalam menjaga stabilitas dunia.
“DPR RI menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara. Sejalan dengan politik luar negeri bebas-aktif, Indonesia harus konsisten dalam mendorong perdamaian dunia,” ujar Puan.
Selain menyoroti isu geopolitik global, Puan juga menekankan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Ia mengingatkan agar APBN tetap diarahkan untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan masyarakat.
DPR RI, kata Puan, akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar anggaran negara dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan rakyat di tengah tantangan ekonomi global yang tidak menentu.
Lebih lanjut, Puan juga mengingatkan pemerintah untuk memberi perhatian khusus pada kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Menurutnya, stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketersediaan energi menjadi faktor penting yang harus dijaga.
Ia meminta pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap tersedia secara cukup di berbagai daerah, sehingga tidak menimbulkan gangguan distribusi maupun kepanikan masyarakat.
Selain itu, stabilitas harga bahan pokok juga harus dijaga agar masyarakat dapat menjalankan tradisi Lebaran dengan lebih tenang tanpa tekanan lonjakan harga kebutuhan sehari-hari.
Puan menegaskan bahwa DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai kebijakan pemerintah, termasuk memastikan kesiapan negara dalam menghadapi tantangan global sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keseimbangan antara kebijakan luar negeri yang aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat merupakan hal penting bagi Indonesia di tengah dinamika global saat ini.
