Muhammadiyah Satu-satunya Perwakilan Indonesia dalam Forum Kesehatan Mental Muslim Council of Britain di London

 

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia Ince Dian Apriliani Azir



HARIANMERDEKA.ID,London, — Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang hadir dalam forum yang diselenggarakan Muslim Council of Britain (MCB) di University of East London, Sabtu (18/07).


Forum bertajuk National Muslim Mental Health Summit ini mempertemukan lebih dari 400 peserta yang terdiri dadi organisasi Muslim Britania Raya, praktisi kesehatan mental, pembuat kebijakan, serta organisasi layanan kesehatan mental berbasis komunitas dari berbagai daerah yang ada di Britania Raya untuk membahas solusi atas persoalan kesehatan mental yang dihadapi Muslim di Inggris. Agendanya mencakup lokakarya mengenai neurodiversitas, dukungan pendanaan bagi penyedia layanan seperti Muslim Youth Helpline, serta solusi teknologi dan kebijakan untuk menjembatani kesenjangan akses layanan. Acara ini juga menandai peluncuran direktori daring pertama yang menghimpun penyedia dan layanan kesehatan mental bagi Muslim di Britania Raya.


Data yang dipaparkan menunjukkan besarnya kesenjangan yang ada. Dari empat juta Muslim di Inggris, hanya 2,6 persen dari mereka yang dirujuk ke NHS Talking Therapies pada 2021–22 yang menuntaskan pengobatan. Survei Muslim Youth Helpline terhadap lebih dari 1.000 Muslim berusia 16–30 tahun menemukan hanya 13 persen responden dengan kebutuhan kesehatan mental yang pernah menemui konselor. 


Sekretaris Jenderal MCB, Dr Wajid Akhter, menyatakan bahwa skala krisis kesehatan mental yang dihadapi Muslim Britania Raya telah melampaui skala respons yang tersedia selama ini. Ia menyerukan pendanaan yang sepadan dengan kebutuhan, kolaborasi nyata antara masjid, lembaga amal, klinisi, dan pengembang teknologi, serta kebijakan yang menempatkan kesehatan mental Muslim sebagai prioritas kesehatan publik. 


Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir, menyampaikan bahwa isu kesehatan mental perlu mendapat ruang yang lebih luas dalam pembicaraan komunitas Muslim, termasuk di Indonesia.


“Hari ini saya banyak belajar tentang kesehatan mental, tidak hanya dari perspektif agama, tetapi juga berdasarkan data dan hasil riset yang komprehensif,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa kehadiran Muhammadiyah dalam forum lintas komunitas seperti ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dakwah dan kontribusi persyarikatan di tingkat internasional.


Muslim Council of Britain merupakan organisasi payung Muslim terbesar di Britania Raya dengan lebih dari 500 anggota, mencakup masjid, sekolah, lembaga amal, dan jaringan profesional.