PCIM Britania Raya dan Irlandia Gelar Bedah Tesis PhD Habiburrahman El-Shirazy dalam Muhammadiyah International Forum


HARIANMERDEKA.ID, Warwick – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia bekerja sama dengan KIBAR UK serta didukung Mata Garuda Britania Raya dan Irlandia, Keluarga Islam Greater Coventry, dan PPI Warwick Coventry akan menyelenggarakan Bedah Tesis PhD dan Muhammadiyah International Forum Edisi Perdana 2026 pada Senin, 27 Juli 2026, pukul 17.00–19.00 BST di Millburn House, Room A0.28, University of Warwick, serta secara daring melalui Zoom.


Forum ilmiah ini menghadirkan Dr. Phil. Habiburrahman El-Shirazy, yang lebih dikenal sebagai Kang Abik, sebagai pembicara utama. Selama ini Kang Abik dikenal luas sebagai sastrawan Indonesia melalui novel-novel fenomenalnya seperti Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Bumi Cinta, dan Api Tauhid. Sejumlah karya tersebut bahkan telah diangkat ke layar lebar dan menjadi tonggak berkembangnya sastra serta budaya Islam modern di Indonesia.


Di balik kiprahnya sebagai novelis, Kang Abik juga merupakan seorang cendekiawan Muslim yang menekuni kajian sejarah pemikiran Islam, tasawuf, dan studi perdamaian. Pada Desember 2025, ia berhasil mempertahankan disertasi doktornya di Orientalisches Institut, Universität Leipzig, Jerman, dengan judul Sufism and the Theological Resources of Peacebuilding in the Works of Shaykh Abdul Halim Mahmud, Badiuzzaman Said Nursi, and Buya Hamka.


Dalam penelitian setebal 404 halaman tersebut, Kang Abik menawarkan perspektif baru mengenai pembangunan perdamaian melalui pendekatan teologi Islam yang berakar pada nilai-nilai tasawuf. 


Penelitian yang dibimbing oleh Prof. Dr. Sebastian Maisel itu membandingkan pemikiran tiga ulama besar dunia Islam, yakni Syekh Abdul Halim Mahmud dari Mesir, Badiuzzaman Said Nursi dari Turki, dan Buya Hamka dari Indonesia.


Melalui kajian komparatif tersebut, Kang Abik berargumentasi bahwa tasawuf memiliki sumber daya teologis yang kuat dalam membangun perdamaian. Nilai-nilai spiritual yang menekankan penyucian hati, moderasi, kasih sayang, dan kebahagiaan dinilai mampu menjadi alternatif dalam merespons berbagai konflik dan tantangan kemanusiaan kontemporer.


Dalam forum ini, tesis Kang Abik akan mendapat tanggapan dari Dr. Ahmad Rizky M. Umar, Ketua Majelis Pendidikan, Penelitian, dan Kebudayaan (MPPK) PCIM Britania Raya dan Irlandia yang juga merupakan Marie Skłodowska-Curie Postdoctoral Fellow di Department of International Politics, Aberystwyth University. Sementara itu, jalannya diskusi akan dipandu oleh Lu'luatul Awaliyah, Wakil Sekretaris PCI Fatayat UK sekaligus mahasiswa MPhil di University of Cambridge.


Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia Ince Dian Aprilyani Azir berharap kegiatan ini menjadi ruang dialog akademik yang mempertemukan pemikiran Islam, kajian perdamaian, serta pengalaman diaspora Indonesia di Britania Raya. Senin, (20/07).


Selain membedah hasil riset doktoral, forum ini juga diharapkan memperkuat tradisi intelektual Muhammadiyah dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi nyata bagi peradaban global.


Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum dengan konsep hybrid, sehingga peserta dapat mengikuti secara langsung di University of Warwick maupun melalui Zoom. 


Selain itu, juga mengusung konsep Open Potluck untuk peserta yang hadir secara luring guna mempererat silaturahmi antarkomunitas Indonesia di Britania Raya.


Peserta yang ingin mengikuti kegiatan dapat melakukan pendaftaran melalui laman Eventbrite, sementara ringkasan tesis doktoral Kang Abik juga telah tersedia secara daring untuk dibaca sebelum forum berlangsung.


Melalui Muhammadiyah International Forum ini , PCIM Britania Raya dan Irlandia kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan forum-forum intelektual bertaraf internasional yang menghubungkan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat Indonesia di luar negeri dengan perkembangan pemikiran Islam kontemporer.(***).