HARIANMERDEKA.ID, Denpasar— Pelestarian bahasa daerah menjadi perhatian Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia melalui kolaborasi penelitian bersama Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non-Formal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Denpasar, Bali.


Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penelitian pelestarian bahasa Bali di lingkungan sekolah Muhammadiyah se-Kota Denpasar. Penandatanganan berlangsung di Anathera Resort, Kuta, Bali, Minggu (18/10).


Kerja sama ini menjadi upaya memperkuat peran lembaga pendidikan Muhammadiyah dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah melalui penelitian ilmiah dan pengembangan praktik pendidikan.


Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir, mewakili pihak pertama dalam kerja sama tersebut. Sementara itu, pihak kedua diwakili oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Denpasar atas nama ketuanya, H. Najmuddin, S.Pd.I. Penandatanganan turut disaksikan sejumlah unsur pimpinan Muhammadiyah, termasuk perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali.


Penelitian ini akan mengkaji sejumlah aspek penting, mulai dari pandangan guru terhadap penggunaan bahasa Bali, pelaksanaan pembelajaran bahasa daerah, hingga penerapan kebijakan pelestarian bahasa di lingkungan sekolah Muhammadiyah.


Pengumpulan data direncanakan berlangsung di amal usaha pendidikan di bawah pembinaan PDM Kota Denpasar. Pelaksanaannya akan mengikuti ketentuan perizinan dan etika penelitian, termasuk menjaga kerahasiaan identitas responden serta sekolah yang terlibat.


Selain menghasilkan temuan akademik, kedua pihak juga membuka peluang publikasi ilmiah, pertukaran informasi penelitian, serta penyebarluasan hasil kajian di tingkat nasional dan internasional. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi landasan bagi penyusunan rekomendasi yang relevan dan berkelanjutan.


Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan tidak harus terlepas dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat setempat. Bahasa Bali menjadi salah satu warisan budaya yang perlu dirawat melalui keterlibatan sekolah, pendidik, dan lembaga pendidikan.


Melalui sinergi Muhammadiyah di Britania Raya dan Irlandia dengan Muhammadiyah Kota Denpasar, kerja sama ini diharapkan memperluas jejaring akademik lintas negara sekaligus memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam pelestarian bahasa daerah.


Upaya tersebut menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga dapat menjadi ruang penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya lokal.