HARIANMERDEKA.ID,Boyolali-Gerakan Masyarakat (GEMA) Perhutanan Sosial Indonesia targetkan kemandirian ekonomi petani sekitar hutan penerima izin Perhutanan Sosial skema Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) Hutan Jawa (26/12).
Kemandirian ekonomi petani sekitar hutan penerima izin IPHPS untuk hutan jawa menjadi target utama GEMA PS Indonesia 5 tahun mendatang, hal tersebut disampaikan oleh Sekjen GEMA PS Indonesia, M. Hanafiah Ainun disela-sela acara Membangun Program Si Jagur di Azhima Resort & Convention, Boyolali.
"Kita targetkan, 5 tahun mendatang, kemandirian ekonomi para petani penerima izin IPHPS di jaringan Gema PS Indonesia dapat terwujud".
Kemandirian ekonomi ini adalah bagian dari perwujudan nawacita Presiden Jokowi khususnya dalam mewujudkan kesejahteraan petani khususnya sekitar hutan.
Menurut Hanafi, ada dua kabupaten yaitu Boyolali dan Grobohan yang telah mempersiapkan skema ekonomi dari pemanfaatan hasil pertanian penermi izin IPHPS berupa kayu putih, yang saat ini sudah masuk uji lab untuk pemasaran profesional.
"Saat ini, ada dua kabupaten penerima izin IPHPS jaringan GEMA PS Indonesia yang sudah siap launching hasil produksi ekonomi petani yaitu olahan minyak kayu putih di Kabupaten Boyolali dan Grobogan, total hamparan lebih kurang 2000 Ha yang telah siap kelola untuk minyak kayu putih dengan target keuntungan lebih kurang Rp.2Milyar sebelum ada pengkayaan tanaman".
Disamping itu, Deputi II GEMA PS Indonesia, Khairu Syukrillah mengatakan, bahwa saat ini untuk Boyolali dan Grobogan telah mendapatkan SK IPHPS dari Menteri Kehutanan sebanyak 11 SK IPHPS yang terbit sejak 2018 lalu.
"Untuk jaringan GEMA PS Indonesia, saat ini kita telah mendapatkan SK IPHPS untuk Kabupaten Boyolali ada 4 SK dan Grobogan ada 7 SK, jadi total 11 SK IPHPS sudah diberikan oleh Presiden Jokowi kepada dua kabupaten ini"(Kh)
Loading...
loading...
