PCI Muhammadiyah Britania Raya dan Irlandia Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Pemerintah Inggris

 



HARIANMERDEKA.ID, London– Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muhammadiyah Britania Raya dan Irlandia diundang oleh Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) sebagai perwakilan pemerintah Inggris untuk membuka peluang kerja sama strategis dalam berbagai bidang. PCIM Britania Raya dan Irlandia yang dalam pertemuan ini diwakili oleh ketua, sekretaris dan majelis Ekonomi menyampaikan peluang kerjasama yang meliputi pendidikan tinggi, kesehatan, riset akademik, serta energi dan lingkungan. Pertemuan strategis tersebut juga dihadiri oleh PP Muhammadiyah Prof. Syafiq A. Mughni, Dr Zainal Arifin Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London. London, Senin (22/08).


Dalam tersebut, Peter Thomas, Deputy Head FCDO menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah yang selama ini aktif dalam sektor pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan kemanusiaan, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional. Tidak hanya itu Peter menyampaikan secara langsung ucapan selamatnya kepada PCIM Britania Raya dan Irlandia atas bergabungnya Muhammadiyah di Muslim Council of Britain (MCB) yang menunjukkan keseriusan langkah PCIM untuk berkontribusi pada masyarakat Inggris pada khususnya.


Lebih lanjut, kata dia, Salah satu fokus pembahasan adalah potensi pengembangan kerja sama pendidikan tinggi. Muhammadiyah dinilai memiliki modal yang sangat strategis melalui jaringan ratusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA), sekolah, rumah sakit, serta klinik yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Kemitraan dengan universitas-universitas anggota Russell Group di Inggris menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.


Di sektor kesehatan, Peter menyampaikan bahwa Inggris masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan di berbagai institusi layanan kesehatan, termasuk care home dan tenaga kesehatan dibawah National Health Service (NHS). Karena itu, Muhammadiyah dinilai memiliki peluang untuk berkontribusi melalui program pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang relevan. FCDO juga membuka peluang untuk mempertemukan Muhammadiyah dengan komunitas perawat Filipina di Inggris yang telah berhasil memfasilitasi penempatan ribuan perawat di berbagai institusi kesehatan Inggris.


Selain itu, pihak FCDO menunjukkan ketertarikan terhadap program Eco Bhineka yang bergerak di bidang energi dan lingkungan. Program tersebut dipandang memiliki potensi untuk menjadi jembatan kerja sama dalam pengembangan energi berkelanjutan dan isu lingkungan yang saat ini menjadi perhatian global.


"Pertemuan ini menunjukan bahwa Muhammadiyah memiliki peluang besar untuk mengembangkan kerja sama internasional, khususnya di bidang pendidikan, lesehatan, penelitian dan keberlanjutan lingkungan. Kami berharap berbagai peluang yang telah dibahas dapat ditindaklanjuti menjadi program nyata yang memberikan manfaat kedua belah pihak," ujar Susana Widyaningsih, Sekretaris PCI Muhammadiyah Britania Raya dan Irlandia kepada wartawan di Birmingham (27/08).


Susana Widyaningsih yang juga merupakan Dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan saat ini sedang menempuh pendidikan Doktor (S3) bidang Keperawatan di University of Birmingham, menyampaikan bahwa terdapat peluang besar untuk memperkuat kolaborasi akademik melalui program riset bersama, pertukaran akademik, mobilitas mahasiswa, hingga program post-doctoral antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan universitas-universitas di Inggris.


Sementara itu, Ince Dian Apriliyani Azir, Ketua PCI Muhammadiyah Britania Raya dan Irlandia, dikonfirmasi melalui sambungan seluler berharap hasil pertemuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret. Coventry (28/08)


" PCIM Britania Raya dan Irlandia menjadi kunci utama dalam menjembatani kerjasama dalam tiga hal yang digagas sebagai langkah strategis PCIM dalam berkontribusi untuk masyarakat Inggris dan masyarakat internasional pada umumnya. Kami berharap agar kerja sama ini dapat berjalan dengan lancar dan saling menguntungkan bagi semua pihak, sekaligus memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam membangun jejaring internasional di bidang pendidikan, kesehatan, dan pembangunan berkelanjutan," ujar Ince Dian Apriliyani Azir.


Pertemuan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat hubungan Muhammadiyah dengan berbagai institusi di Inggris. Sejumlah tindak lanjut telah diidentifikasi, antara lain pengembangan kemitraan akademik, peningkatan kolaborasi riset, eksplorasi kerja sama tenaga kesehatan, serta penguatan kerja sama di bidang energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan.


Dengan tindak lanjut yang terstruktur, peluang-peluang tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan.