HARIANMERDEKA.ID,Surakarta-Bakal Calon Wali
Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka membantah adanya dinasti politik
pencalonan dirinya melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada
Pilkada 2020.
"Saya
dalam pencalonan ikut kontestasi calon Wali Kota Surakarta 2020, bisa menang
dan bisa kalah serta bisa dicoblos bisa tidak," kata Gibran disela
menghadiri acara "Perkenalan, Silaturahim, dan Umbul Donga Mas
Gibran" di Kampung Ngaglik Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres, Solo,
Minggu (5/01/2020).
Oleh
karena itu, warga diminta jika ada yang mempunyai prasangka kepada dirinya
bahwa Gibran ini, anaknya Presiden, dinasti politik. Warga yang tidak tahu
tolong dijelaskan. Dirinya dalam pencalonan ikut kontestasi bisa menang dan
kalah serta bisa dicoblos dan tidak.
"Saya
melalui tahapan-tahapan yang harus dilalui seperti yang bakal calon lainnya,
dan semuanya melalui proses demokrasi," ujar Gibran.
Gibran
menegaskan dirinya ikut mencalonkan dan tidak ditunjuk oleh bapaknya, menjadi
calon wali kota, tetapi semuanya melalui proses transparan, terbuka, dan
demokrasi yang ada. Jadi tidak ada yang namanya dinasti politik. Jika ada
dinasti politik, dirinya tidak mungkin harus bekerja keras bertemu dengan
masyarakat seperti ini.
Oleh
karena itu, Gibran meminta doa restu kepada warga semuanya agar prosesnya
dilancarkan dan waktunya masih panjang hingga September mendatang. Jika
waktunya sudah tepat dirinya bakal menyampaikan visi misinya maju sebagai calon
Wali Kota Surakarta.
Pada
acara Perkenalan, Silaturahim, dan Umbul Donga Mas Gibran di Kampung Ngaglik
Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres, Solo tersebut dihadiri seribuan orang
relawan warga setempat. Pada acara itu, juga dimeriahkan dengan kesenian Reog
Ponorogo.
Menurut
Gibran acara bertemu warga Mojosongo Solo merupakan kegiatan silaturahim dan
umbul donga, dan bukan kampanye karena Pilkada masih lama waktunya pada
Juni-Juli mendatang.
"Saya
hadir di tengah masyarakat Mojosongo hanya untuk sowan atau
bertemu silaturahim, sekaligus menerima masukan atau keluhan, kritikan dari
warga setempat yang datang sangat antusias ini. Kalau ada keluhan yang bisa
saya selesaikan sekarang bisa langsung, tetapi jika tidak bisa akan dicatat
menjadi pekerjaan rumah tangga saya," tutur Gibran.
Menurut
Gibran jika ada warga yang bertanya-tanya soal Gibran apakah jadi mencalonkan
diri Wali Kota Surakarta atau tidak, jawabannya jadi dan serius.
Gibran
menjelaskan dirinya sudah mendaftarkan diri melalui DPD PDIP Jateng pada
tanggal 12 Desember 2019, dan sudah melalui uji kepatuhan dan kelayakan (fit
and proper test) pada dua minggu yang lalu. Semua tahapan dan proses sudah
dilalui, dan kini sedang menunggu hasil rekomendasi dari DPP PDIP.
"Jadi
selama dua bulan terakhir ini, saya blusukan bertemu dengan warga, dan sowan dengan
para tokoh-tokoh atau sesepuh serta para kiai untuk menerima masukan-masukan
atau keluhan di kampung-kampung setempat," ucapnya.
Menurut
Gibran dari kegiatan blusukan tersebut sudah menghasilkan yang positif. Hasil
survel internal PDIP elektabilitasnya sudah cukup ada peningkatan. Hal ini,
justru dirinya bakal lebih giat lagi bekerja keras untuk warga. (Ant)
Loading...
loading...
