![]() |
| Dokpri |
HARIANMERDEKA.ID, Sumut,- Ketua Bidang Pergerakan Sarinah Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Sumatera Utara (DPD GMNI) Sumut kolaborasi bersama Ketua Bidang Pergerakan Sarinah DPD GMNI Jatim menyelenggarakan Diskusi Sapari (Sapa Sarinah) live di Instagram, Sabtu (03/04)
Diskusi bertajuk Sapari tersebut mengusung Tema "Kebhinekaan Perempuan yang Tetap Tunggal Ika". Kegiatan tersebut dibuka dengan Sambutan Ketua DPD GMNI Sumut, Paulus Gulo.
Dalam sambutannya, Paulus Gulo menyampaikan bahwa multikultiralisme pada dasarnya adalah sebuah ideologi atau pemahaman akan penerimaan keberagaman pluralitas dan multikultural dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pluralitas masyarakat Indonesia perlu dirawat dengan banyak hal, termasuk dengan melakukan Sapari (Sapa Sarinah) oleh karena penerimaan akan keberagaman terkhususnya keberagaman suku di Indonesia sangat membutuhkan yang namanya penerimaan. Semoga kegiatan seperti ini akan terus berlanjut,” kata Paulus.
Kemudian, Paska Marbun selaku Ketua Bidang Kajian Sarinah DPD GMNI Sumut menerangkan bahwa Sapari tersebut dihelat sebagai sarana untuk membahas dinamika perempuan Jawa dan Batak dengan harapan dapat menjawab tantangan konflik yang tengah mencoba merongrong persatuan bangsa.
“Sebagaimana TOR (Term Of Refereance-red) telah kami sepakati bersama Sapari ini bertujuan untuk Menarik pendapat Sarinah mengenai daya upaya untuk mempertahankan multikulturalisme dan jika dimungkinkan untuk bekolaborasi kedepannya", terang Paska.
Selain itu, Sa’adatul Abbadiyah selaku Ketua Bidang Sarinah DPD GMNI Jatim dalam materinya menjelaskan bahwa tema yang merujuk pada posisi perempuan pada dua suku besar di Indonesia, Jawa dan Batak tersebut diharapkan menjadi stimulus untuk Sapari se-Indonesia ke depannya.
“Ke depannya, kami sangat mengharapkan perhatian dari bung dan sarinah se- Indonesia untuk terus merawat keberagaman yang tetap tunggal ika, melalui perbincangan dan penerimaan akan perbedaan itu,” pungkas Sa’ada.
