HARIANMERDEKA.ID| Buku ini merupakan hasil penelitian tentang fenomena korupsi. Penelitian ini merupakan salah satu kegiatan utama dari Transparency International Indonesia sejak berdiri di tahun 2000. Survei Indeks Persepsi Korupsi Indonesia adalah salah satu produk andalan dari TI-Indonesia, dan sampai saat ini sudah diluncurkan sebanyak dua kali. Survei yang bertujuan untuk mengukur tingkat korupsi berdasarkan persepsi di kota-kota di seluruh Indonesia, selalu diacu sebagai salah satu produk survei yang dapat diandalkan untuk mengukur fenomena ini.
Transparency International Indonesia melakukan penelitian sejak tahun 2007 akhir, TI-Indonesia melaksanakan penelitian baru dengan pendekatan yang sebelumnya belum pernah digunakan. Survei Analisa Mendalam Te n ta n g F e n o m e n a Korupsi di 10 Daerah di Indonesia adalah sebuah survei kualitatif yang melengkapi IPK Indonesia dengan cara memaparkan fenomena korupsi secara lebih mendalam dan komprehensif. Survei ini dilakukan di 10 kabupaten/kota yang pernah menjadi disurvei untuk IPK 2006. Kabupaten/kota tersebut adalah Tanah Datar, Cilegon, Wonosobo, Jogjakarta, Denpasar, Palangkaraya, Mataram, Maumere, Pare-pare dan Gorontalo. Survei dilaksanakan pada rentang waktu bulan November 2007 sampai dengan Februari 2008. Penulisan laporan dilaksanakan pada Februari-Oktober 2008.
Dengan memahami fenomena korupsi secara lebih mendalam, menganalisa faktor-faktor yang mendukung dan menghambat terjadinya, dan menganalisa aktor-aktor yang berperan dalam fenomena ini,
Survei yang merupakan bagian dari kegiatan TI-Indonesia berjudul Indonesia Corruption Perception Index 2008: In-depth Analysis and Corruption Perception Survey in key cities within Indonesia , hanya dapat terselenggara berkat dukungan penuh dari masyarakat Amerika melalui Millennium Challenge Corporation dan USAID. selain itu Saiful Syahman dan Endang Suyatin dari MCC Indonesia Control of Corruption Project.
Buku ini disusun oleh sejumlah pakar dari tim Policy and Research TI-Indonesia antara lain Anung Karyadi, Frenky Simanjuntak dan Anita Rahman. Selain itu juga sejumlah tim peneliti lapangan antara lain 1. Arief Hilman Arda (Tanah Datar)2. Diandini (Cilegon)3. Agustinus Cahyo Nugroho (Wonosobo)4. Dewi Astuti (Jogjakarta)5. Retnaningdyah W. (Denpasar)6. Albertus Buntoro (Palangkaraya)7. N. Robbi Sepang (Maumere)8. Reza Anggara (Mataram)9. Ridwan Al-Makassari (Pare-pare)10. Frenky Simanjuntak (Gorontalo)
Klick DOWNLOAD
