HARIANMERDEKA. ID, Brebes-Proyek strategis pembangunan infrastruktur di Kabupaten Brebes akan mulai dikerjakan kembali setelah tahun 2020 sebelumnya sempat terkendala pandemi covid 19, walaupun situasi pandemi covid 19 masih berlangsung, hal ini tidak menyurutkan semangat Pemda Brebes untuk membangun proyek strategis.
Dalam diskusi rutin yang diselenggarakan oleh Persatuan Alumni GMNI Brebes, disekretariat komplek perumahan Dedy Jaya Brebes, Minggu (04/07) Sore.
Dalam diskusi tersebut muncul gagasan untuk melakukan pengawasan pelaksanaan pembangunan proyek strategis di Kabupaten Brebes.
Usai Deklarasi PA GMNI GMNI Brebes dan Sarasehan bulan Bung Karno Minggu lalu dengan mengundang OPD dan Ormas di Kabupaten Brebes, PA GMNI Brebes Siap pro aktif mendukung dan mengawal program pemerintah daerah.
Menurut Wahadi selaku Ketua PA GMNI Brebes , selain pembahasan soal situasi pandemi Covid 19, Wahadi juga menyoroti terkait isu proyek strategis pembangunan yang ada di Kabupaten Brebes, setidaknya ada 3 proyek strategis yang sedang dilakukan oleh pemerintah daerah Brebes Melelaui LPSE.
"proyek pembangunan rumah sakit di Ketanggungan tahap 2, pembangunan kantor pelayanan terpadu dan revitalisasi komplek Pendopo Bumiayu" kata Wahadi
Lebih lanjut kata dia, ketiga proyek tersebut memakan anggaran yang tidak sedikit puluhan milyar bahkan ratusan milyar.
Wahadi menambahkan, Mengingat kita adalah organisasi masyarakat, apalagi secara struktural kepengurusan ada yang membidangi kaitan dengan wakil bidang pembangunan tutupnya."
Sementara, Wakabid Pembangunan Persatuan Alumni ( PA) GMNI Brebes Imam Santoso menyampaikan agar ketiga proyek strategis pembangunan tersebut di awasi.
Ia mengingatkan agar ketiga proyek tersebut tidak mengalami kebocoran, jangan sampai terulang kembali kasus korupsi pada proyek pembangunan yang itu berdampak langsung pada warga masyarakat.
Tambah Imam, agar pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Brebes berjalan lancar dan tidak Mengulang seperti halnya kasus korupsi Kantor Pelayanan Terpadu yg melibatkan pejabat dan rekanan.
Diketahui sampai hari ini proyek tersebut tidak kunjung selesai dan yang rugi adalah warga masyarakat.
"Saya berharap kepada panitia Lelang Pengadaan Secara Elektronik untuk bekerja secara fair dan terbuka agar tidak ada permasalahan dibelakangnya apalagi sampai korupsi, kita juga akan bersama warga masyarakat untuk mengawasi mega proyek ini terutama revitalisasi pendopo di Bumiayu mengingat saya juga asli warga Bumiayu" tutupnya.
