Busana, Budaya dan Politik

 

Penulis :Drs. Sakhroji, M. Pd




(Bagian 2-Tamat)

HARIANMERDEKA. ID-Apa hubungannya busana dengan politik?  Pertanyaan bisa muncul dibenak siapa saja ketika melihat para tokoh atau pejabat kita memakai busana adat. 


Busana Politik

Kaitan hubungan pemakaian busana dengan politik dapat dilihat pada saat tokoh atau pejabat itu mengenakan busana adat. 


Ketika kita melihat para tokoh atau pejabat pemerintahan mengenakan busana adat daerah. Kita bisa memaknai pesan yang ingin disampaikan dari busana mana yang dikenakan. 

Presiden Jokowi dan pejabat lainnya di jajarannya ketika memperingati hari hari besar nasional seperti 17 Agustus dan hari hari besar nasional lainnya, sering mengenakan baju adat dari daerah yang ada di Nusantara.

Ini menunjukkan bahwa presiden baik secara langsung atau tidak, sebenarnya ingin mengangkat atau mempromosikan daerah tersebut agar diketahui dan dikenal masyarakat Indonesia. 

Dengan memperkenalkan busana adat, presiden ingin mengangkat citra harkat derajat dan martabat  daerah tersebut. Jadi yang dimaksud  busana politik yaitu busana yang digunakan untuk mengangkat identitas ciri dan karakter daerah tersebut agar dikenal luas  oleh masyarakat. 


Demikian pula ketika Gubernur DKI Jakarta. Pada hari Jumat 28 Juli 2022 Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menikahkan putri sulungnya yaitu Mutiara Anissa Baswedan dengan Ali Saleh Alhuraiby. 

Busana yang dikenakan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan pada acara resepsi pernikahan  Mutiara Anissa Baswedan di aula Candi Bentar, Putri Duyung Resort Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, ternyata mengenakan busana adat Jawa. Bahkan busananya hasil rancangan putra Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yaitu Didit Hediprasetyo demikian Tribunnews mewartakan.  


Pemakaian busana pengantin adat Jawa yang dikenakan keluarga Anies Baswedan, bukan tidak secara kebetulan, tapi mempunyai maksud dan tujuan tertentu. Walaupun sebenarnya memakai busana apa saja tidak menjadi masalah dan itu sah sah saja. Itu selera dan hak setiap orang. Yang menjadi pertanyaan dibenak banyak orang  karena Pak Anies keluarganya berasal dari Timur Tengah. 


Masyarakat sebenarnya juga ingin tahu adat budaya Timur Tengah, karena kebetulan  keluarganya dari sana. Siapa tahu masyarakat terinspirasi dari model dan gaya busana yang dikenakan mempelai. 


Jika mengenakan gaun busana Timur Tengah lebih cantik, anggun dan mempesona bak bidadari dari kahyangan pasti bakal viral dan menjadi trending topik. Dan anak anak muda yang akan melangsungkan pernikahan bakal mengikuti model dan gaya Mutiara Anissa Baswedan. 


Kembali kepada  busana adat Jawa yang dikenakan mempelai dan keluarganya, Ini menunjukan bahwa keluarga Pak Anies adalah orang yang cinta tanah air dan bangsa Indonesia, khususnya budaya Jawa. 


Banyak orang menduga duga bahwa pemakaian busana Jawa bernuansa politik. Karena Pak Anies oleh partai Nasdem dicalonkan sebagai kandidat calon presiden 2024. Terlepas dari pencalonan diri sebagai presiden di 2024, maka orang bisa menilai tentang sosok Pak Anies. 


Ada beberapa kemungkinan alasan resepsi pernikahan putri Anies Baswedan memakai busana Jawa, yaitu: 

1. Pak Anies Baswedan orang yang mencintai budaya Indonesia khusus Jawa. Beliau  sebenarnya ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan melestarikan warisan leluhur budaya  bangsa Indonesia agar jangan sampai punah atau diklaim oleh bangsa lain. 

2. Sekalipun beliau keturunan Arab dan dilahirkan di Kuningan Jawa Barat, tapi beliau dibesarkan dan tinggal di Yogyakarta dalam waktu yang cukup lama. Sehingga  bagi beliau budaya Jawa sudah mendarah daging dan merupakan bagian yang  tak terpisahkan dalam dirinya

3. Pak Anies ingin mencari simpatik orang Jawa untuk 2024, kalau memang benar beliau mencalonkan atau dicalonkan sebagai calon presiden 2024. Dan apa yang dilakukan oleh beliau merupakan bagian dari strategi politik  untuk mendapat suara sebanyak mungkin dari orang Jawa. Cara  seperti ini dalam dunia politik dikenal dengan pendekatan budaya (culture approach). terhadap orang Jawa.


 Perlu diingat bahwa Kompas.com 5 Januari 2022 melansir data SP 2010 BPS menyebutkan jumlah populasi Suku Jawa mencapai 95.217.022 jiwa. Angka ini mewakili 40,22 persen jumlah penduduk Indonesia. Melihat angka statistik yang begitu besar maka ini modal yang sangat berharga jika mayoritas orang Jawa mendukungnya. 


Dari ketiga alasan manakah yang menurut anda lebih tepat? Mengapa acara resepsi pernikahan putri orang nomor satu di DKI Jakarta mengenakan busana Jawa? Silakan anda pilih sendiri atau mungkin anda punya jawaban sendiri!