Antisipasi Lonjakan Penumpang, Nusron Wahid Minta KAI Menambah Jumlah Armada



HARIANMERDEKA.ID,Jakarta- Diperkirakan arus mudik lebaran Hari Raya Idul Fitri 1444 H tahun ini mengalami lonjakan penumpang yang sangat signifikan, hal ini berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. 

Meskipun PT Kereta Api (Persero) sudah memiliki kesiapan yang baik dalam menghadapi libur lebaran, Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid mengingatkan agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu tetap mengantisipasi adanya lonjakan penumpang.

"Feeling saya, karena orang sudah lama ngempet (menahan) diri untuk mudik, itu tahun ini itungan saya itu 120 persen untuk kereta api dari tahun 2019, saya khawatir kalau terjadi kekurangan armada penumpang sehingga menumpuk di kereta api" kata Nusron.

Kalau tidak  diantisipasi akan menimbulkan keramaian. Hal itu disampaikan Nusron  dalam RDP dengan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Citilink Indonesia, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Perum Damri, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (03/04).

Nusron mengatakan, saat ini Kereta Api merupakan salah satu moda transportasi yang digemari masyarakat. Sehingga demand masyarakat terhadap moda transportasi Kereta Api cukup tinggi.

 "Sekarang trennya kelas menengah itu pak, kalau mau mudik kecuali bawa mobil sendiri dan kemudian mampir ke saudaranya, kalau destinasinya cuma satu pasti kereta kalau mudik. Pertama nyaman, kedua bisa istirahat, ketiga nggak buru-buru, stasiunnya di tengah kota," jelas Nusron.

Untuk itu, Nusron meminta KAI dapat meningkatkan porsi moda transportasi KAI untuk mengantisipasi peningkatan penumpang tersebut. 

"Nataru saja sudah 6,467 juta padahal orang mudik Nataru itu lebih sedikit, kesannya hiburan. Tapi kalau mudik Lebaran ada unsur spiritual, mungkin bapak-bapak merasakan itu semua, sehingga lebih nambah, mungkin (penumpang) akan mencapai 7,5 juta. Karena itu supaya ini bisa diantisipasi, kecuali gerbongnya sudah tidak ada lain cerita," tutup Nusron.