HARIANMERDEKA.ID-Masalah pelarangan import barang bekas sebagaimana diatur dalam Permendag tahun 2015 yang dilarang adalah pakaiaan bekas dan karung bekas. Dalam peraturan yang terbaru 2022 semua barang bekas import dilarang dengan pengecualian barang import untuk barang bekas dari perpindahan seseorang.
Maka dari itu, volume maupun nilai import barang bekas dan terutama pakaian di kepabeanan menjadi sangat kecil jika dibandingkan dengan fakta lapangan atas barang barang bekas import yang diperdagangkan.
Kenapa angka import barang bekas yang dikecualikan meningkat tajam tahun 2019 itu karena pengaruh perpindahan orang karena isu Pandemi Covid. Namun turun drastis pada tahun 2020 hingga 2022 karena mobilisasi orang sudah sedikit karena kebijakan larangan mobilisasi orang dari tiap tiap negara.
Ancaman produk dalam negeri terutama industri tekstil dan pruduk kita itu emang tidak hanya import barang bekas, tapi juga import legal dan terutama dari China yang sudah kuasai 80 persen pangsa pasar tekstil kita.
Jadi ditambah larangan import barang bekas yang mendadak dan penuh drama yang dilakukan presiden itu yang diuntungkan adalah importir barang legal yang bisa jadi pemainnya juga importir barang ilegal.
Pemerintah dan para importir baik legal maupun ilegal itu mereka sangat paham jika penetrasi barang import ilegal benar benar dominan akan menjadi masalah isu hukum dan politik serius. Pemerintah tentu tidak mau disalahkan.
Kenapa dilakukan menjelang lebaran?. Ini agar mendapat perhatian publik secara luas. Selain para importir barang legal itu dapat menangguk untung lebih besar dalam jangka pendek. Selain agar penetrasi mereka tetap kuat karena industri dalam negeri kita dalam posisi belum siap tempur dan bahkan sudah sekarat karena miskin insentif kebijakan pemerintah.
Satu hal lagi, importir barang terutama tekstil ilegal itu belum ada satupun yang tertangkap. Hanya rakyat kecil pengecernya dan bahkan yang ditangkap itu kelasnya kuli panggul barang di pasar yang dikorbankan.
Berangkat dari analisa lapangan, importir barang legal maupun ilegal itu kenapa sulit ditangkap walaupun semua dengan mudah dapat dilacak, sebab para importir ilegal itu bisa mudah beralih profesi sebagai importir legal.
Jadi, drama yang mendadak dilakukan pelarangan barang import ini sekali lagi yang dikorbankan adalah orang kecil. Bukan mafianya. Para mafianya tetap melenggang semua.
Jakarta, 1 April 2023
Suroto
Ketua AKSES
