![]() |
| Anggota Komisi III DPR RI Sari Yuliati saat mengikuti pertemuan tim Kunjungan Kerja Komisi III dengan Polda NTB dan Kanwil Kemkumham NTB di Lombok, NTB, Kamis (25/5/2023). Foto: Bianca/nr |
HARIANMERDEKA ID, Lombok- Dalam upaya menjaga konsistensi memberantas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Anggota Komisi III DPR RI Sari Yulianti meminta kepada aparatur penegak hukum Polda NTB menegaskan agar pencegahan dan penanganan terjadinya TPPO tersebut perlu dilakukan tidak hanya di hilir tetapi juga di hulu Jum'at (26/05).
Pencegahan di hulu, menurut politisi Partai Golkar itu, sangat penting dilakukan. Misalnya dengan aktif mengedukasi dan memberikan advokasi kepada masyarakat agar tidak terjebak terhadap tawaran-tawaran pekerjaan atau pendidikan di luar negeri oleh oknum-oknum tertentu.
"TPPO atau human trafficking kan apalagi kalau korbannya anak-anak di bawah umur itu (pencegahan dan penanganannya) tidak hanya dilakukan di hilir ya, tapi di hulunya. Juga dengan memberikan advokasi-advokasi terhadap orang tua untuk tidak terjebak dengan rayuan-rayuan oknum yang menjadi oknum TPPO tersebut," ujar Sari usai pertemuan tim Kunjungan Kerja Komisi III dengan Polda NTB dan Kanwil Kemkumham NTB di Lombok, NTB, Kamis (25/05) kemarin.
Ia mengingatkan agar terus melakukan edukasi kepada masyarakat utamanya masyarakat di pelosok daerah. "Itu benar-benar harus diadvokasi dan dibimbing oleh orang tua. Sekarang kan mereka yang ada di pelosok barangkali dengan kurangnya pendidikan orang tua, barangkali bisa sangat cepat untuk diiming-imingi duit yang barangkali juga tidak seberapa," lanjut Legislator Dapil NTB tersebut. (***)
