Muhammadiyah Ajak Ormas Lintas Iman Serukan Pemilu 2024 Bernilai Luhur, Bermoral dan Beretika

 

Pertemuan antara PP Muhammadiyah dengan Kofenrensi Waligereja Indonesia, Jumat (09/06)

HARIANMERDEKA.ID, Jakarta – Usai melakukan pelantikan Rektor Universitas  Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Pimpinan Pusat (PP)  Muhammadiyah melakukan kunjungan ke Kantor Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI). Jakarta, Jum'at ( 09/06).

Dalan kunjungannya itu,  Haedar Nashir  menyampaikan beberapa hal, salah satunya sikap, pandangan sekaligus dorongan supaya Pemilu 2024 menjiwai nilai luhur, bermoral dan beretika. Menurut Haedar, ruang publik menyongsong Pemilu 2024 riuh dengan sosok yang akan maju dalam kontestasi.

Sebaliknya, isu, gagasan maupun reaktualisasi dari misi pendiri bangsa acapkali luput atau bahkan tidak tersentuh oleh para elite kontestan Pemilu 2024. Dalam pandangan Haedar realitas tersebut bisa menjadi indikator, bahwa demokrasi di Indonesia sebatas prosedural semata.

Gagasan yang disampaikan Muhammadiyah tersebut diterima dan diapresiasi oleh KWI dan PGI. Mewakili KWI, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo menyampaikan sepakat, dirinya juga menyebut gagasan dan pemikiran yang dilontarkan Muhammadiyah ke ruang publik harus disambut, sebab itu mencerahkan.

Tak jauh berbeda, Ketua PGI, Pdt. Gomar Gultom juga menyambut baik pemikiran dan gagasan Muhammadiyah untuk memasukkan moralitas ke panggung politik 2024. Sebagai negara majemuk, moralitas itu penting. Pihaknya tidak ingin polarisasi politik 2019 kembali terulang di tubuh bangsa Indonesia.

Menyambung yang disampaikan Haedar Nashir, Abdul Mu’ti menawarkan supaya kunjungan ini ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan forum lintas iman untuk bersama membangun kerukunan. Forum tersebut diharapkan supaya agama berperan besar dalam memandu negara ini berjalan sebagaimana ditentukan konstitusi.

“Nilai dan moralitas agama harus hadir lebih bermakna dalam memandu arah bangsa ini. Kita akan buat forum untuk menyuarakan moral pada negara ini.” Tandas Mu’ti