Jokowi Panggil Jaksa Agung dan Kapolri Terkait Insiden Penguntitan Jampidsus oleh Densus 88

 

Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers di Gedung Bale Rame, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu, 3 Februari 2024. Foto: BPMI Setpres/Rusman



HARIANMERDEKA.ID, Jakarta- Presiden Joko Widodo memanggil Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah muncul kegaduhan di media sosial mengenai penguntitan terhadap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) oleh anggota Datasemen Khusus Antiteror (Densus 88). Pemanggilan ini dilakukan untuk meminta klarifikasi terkait dugaan penguntitan yang dilakukan anggota Densus terhadap Jampidsus.

"Sudah saya panggil tadi," kata Jokowi saat ditemui setelah acara inagurasi pengurus Gerakan Pemuda Ansor di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/05).

Baik Listyo maupun Burhanuddin hadir di acara peresmian Govtech di Istana Negara pada hari yang sama. Keduanya tampak bersalaman dan tidak menunjukkan tanda-tanda ketegangan. Di sela acara, Burhanuddin menegaskan bahwa tidak ada masalah antara dirinya dengan Kapolri.

Saat memberikan keterangan pers di Istora Senayan, Jokowi tidak memberikan penjelasan rinci mengenai diskusinya dengan Kapolri dan Jaksa Agung. Ia meminta agar media langsung bertanya kepada Kapolri. "Tanyakan ke Kapolri langsung," ujar Jokowi.

Listyo Sigit yang mendampingi Jokowi di Istora Senayan juga tidak memberikan keterangan mengenai dugaan penguntitan Jampidsus. Kapolri menegaskan bahwa tidak ada masalah antara dirinya dengan Jaksa Agung. "Emang nggak ada masalah, nggak ada apa-apa juga," ujar Listyo.

Sebelumnya, seorang anggota Densus 88 tertangkap saat sedang membuntuti dan merekam gambar Jampidsus, Febrie Adriansyah, di sebuah restoran makanan Perancis di Cipete, Jakarta Selatan, pada Minggu malam. Insiden ini terjadi ketika dua orang masuk ke restoran tak lama setelah Febrie tiba. Kecurigaan muncul setelah salah satu dari dua orang tersebut mengarahkan alat yang diduga sebagai perekam ke arah meja Febrie.

Seorang anggota Polisi Militer yang mengawal Febrie segera merangkul orang tersebut dan membawanya keluar restoran, sementara satu orang lainnya melarikan diri. Berdasarkan hasil interogasi, pria yang tertangkap tersebut diketahui sebagai anggota Densus 88.

Febrie Adriansyah, yang saat ini tengah menangani kasus korupsi besar seperti kasus tambang, belakangan dikawal oleh polisi militer TNI atas permintaan bantuan dari Jaksa Agung Muda Bidang Militer. Hal ini dilakukan karena penyidik Kejagung mengalami intimidasi saat menggeledah di Bangka Belitung terkait kasus timah. Kejaksaan Agung juga tengah menjadi sorotan setelah mengungkap kasus korupsi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah yang bernilai Rp 271 triliun.