Legislator Imbau Calon Jemaah Haji Waspadai Pneumonia dan Jaga Pola Hidup Sehat

Anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti saat melakukan kunjungan kerja spesifik embarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (29/05/2024). Foto: Galuh/vel


HARIANMERDEKA.ID, Solo-Cuaca panas di Mekkah, Arab Saudi, meningkatkan risiko pneumonia atau radang paru-paru di kalangan jemaah haji. Menyikapi hal ini, Anggota Komisi VIII DPR RI, Endang Maria Astuti, mengingatkan calon jemaah haji untuk menjaga pola makan dan minum dengan baik. Ia juga meminta asrama haji untuk mensosialisasikan ancaman pneumonia, sehingga para calon jemaah dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik, khususnya terkait kesehatan mereka.

"Kita berharap para jemaah haji mulai sekarang membiasakan diri menjaga pola makan dan minum agar tetap fit di sana. Cuaca panas dan kurangnya asupan cairan bisa menyebabkan pusing dan lemas," ujar Endang  saat kunjungan kerja spesifik di embarkasi Solo, Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (29/05).

Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga mengimbau Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Tujuannya agar saat pemeriksaan kesehatan, calon jemaah haji diberi informasi mengenai ancaman pneumonia, sehingga mereka bisa lebih waspada dan menjaga diri dengan baik.

"Dari Asrama Haji, pengetahuan mengenai ancaman pneumonia harus sudah disampaikan. Saat pemeriksaan kesehatan, informasi ini akan lebih diingat karena disampaikan langsung. Harapan kita, pesan ini bisa tersampaikan sejak pemberangkatan," jelas Legislator dari Dapil Jawa Tengah IV itu.

Selain itu, pemerintah melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga telah mengimbau para jemaah haji Indonesia untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di tanah suci. Mereka juga diminta untuk banyak minum air putih dan mengurangi rokok guna mencegah penyakit.

Dengan upaya-upaya ini, diharapkan para jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan kondisi kesehatan yang optimal, meskipun menghadapi tantangan cuaca panas di Mekkah.