Inkonsistensi Kebijakan Ditengarai Penyebab Merosotnya Mutu Pendidikan di Indonesia

 

Prof Nanang Fattah (paling kanan) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Panitia Kerja (Panja) Pembiayaan Pendidikan Komisi X DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/6)/RMOL



HARIANMERDEKA.ID, Jakarta – Kualitas pendidikan di Indonesia yang terus mengalami penurunan mendapatkan sorotan serius dari Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Nanang Fattah. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Panitia Kerja (Panja) Pembiayaan Pendidikan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/06).

Prof. Nanang menyebutkan bahwa inkonsistensi kebijakan dan kurangnya dukungan pemerintah menjadi faktor utama penurunan mutu pendidikan.

“Kalau mutu pendidikan sangat rendah, saya dapat memahami dengan kemampuan daya bayar masyarakat yang rendah dan subsidi pemerintah yang masih jauh dari cukup,” ujar Prof. Nanang.

Prof. Nanang menjelaskan bahwa alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seharusnya diperuntukkan untuk sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Awalnya, ide alokasi 20 persen dari APBN itu bukan untuk pendidikan di luar Kemendikbud,” tegasnya.

Menurut Prof. Nanang, ketidakjelasan dalam penerapan alokasi anggaran tersebut menyebabkan dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan mutu sekolah-sekolah di bawah Kemendikbud menjadi tersebar ke berbagai kementerian dan lembaga lain, yang tidak sesuai dengan tujuan awal.

“Kebijakan sekarang salah sasaran. Banyak kementerian, sekolah dinas, dan lembaga negara lainnya menerima alokasi anggaran ini, sehingga ini menunjukkan adanya inkonsistensi kebijakan,” tandasnya.

Dengan inkonsistensi tersebut, Prof. Nanang menganggap wajar jika mutu pendidikan di Indonesia tidak mengalami peningkatan signifikan. Ia menekankan perlunya kebijakan yang konsisten dan tepat sasaran untuk benar-benar meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

 

Sumber:Rmol