HARIANMERDEKA.ID, Banyumas-Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, Pj Bupati Banyumas Hanung Cahyo Saputro bersama Dinas Perikanan dan Peternakan (Dinkannak) Kabupaten Banyumas serta instansi terkait, melakukan monitoring harga dan stok hewan ternak di beberapa lokasi seperti peternakan di Kawasan Bumi Perkemahan Kendalisada Kaliori Kecamatan Kalibagor dan Pasar Hewan Sokaraja.Minggu (08/06).
Hanung Cahyo Saputro meminta Dinkannak untuk terus mengendalikan penyakit hewan menular, terutama di lalu lintas ternak, pasar hewan, dan kandang penjualan hewan kurban, serta melakukan vaksinasi secara cepat. “Dinkannak agar terus memantau stok hewan kurban agar harga terkendali,” ujar Hanung.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas, Ir. Sulistiono, M.Si, menyatakan pihaknya terus meningkatkan pemantauan hewan kurban seperti sapi, kambing, dan domba untuk memastikan bebas dari penyakit. “Terkait penyakit, hanya ada pengobatan penyakit ringan yang segera sembuh setelah diobati. Hingga saat ini, penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan anthrax tidak ditemukan,” jelasnya.
Sulistiono menerangkan bahwa di Banyumas terdapat empat pasar hewan dan sekitar 20 penampungan sementara hewan kurban. Semua hewan di lokasi ini diperiksa kesehatannya oleh petugas, termasuk hewan yang baru datang dari luar Banyumas. Hingga kini, belum ditemukan adanya sapi atau kambing yang mengidap penyakit menular.
Ia juga memastikan bahwa ketersediaan hewan kurban di Banyumas mencukupi untuk Idul Adha 1445 H. “Dari pendataan, tersedia 9.186 ekor sapi, 130 ekor kerbau, 58.357 ekor kambing, dan 5.269 ekor domba. Berdasarkan kebutuhan tahun lalu, stok aman,” pungkas Sulistiono.
