![]() |
| Focus Group Discussion (FGD) Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah |
HARIANMERDEKA.ID, Jakarta – Direktur GTK Madrasah Kementerian Agama, Thobib Al-Asyhar, mendorong para guru madrasah untuk mengintegrasikan nilai-nilai kepesantrenan dan kemasjidan dalam proses pembelajaran. Hal ini disampaikan pada Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Subdit MI dan MTs Direktorat GTK Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam di Jakarta, Rabu (12/06).
FGD ini, yang diadakan secara luring dan daring, menghadirkan para ahli seperti Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag, M.Si (Psikologi Pendidikan), Dr. Muchlis M. Hanafi, M.A (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), dan Dr. Muhammad Ulinnuha, MA (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir). Pejabat Direktorat GTK Madrasah, pengelola program studi PAI, kepala madrasah, dan seluruh guru madrasah di Indonesia juga turut berpartisipasi melalui platform daring.
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai permasalahan dalam pembelajaran di madrasah, serta menyusun buku panduan praktik penanaman nilai akidah dan karakter yang praktis bagi para guru.
“Saya berharap FGD ini menghasilkan panduan teknis yang mudah dipraktikkan para guru di madrasah,” ujar Thobib.
Diskusi tersebut mencakup berbagai tema, mulai dari refleksi penjenjangan pendidikan, karakteristik guru dalam Al-Qur’an, hingga pola pendidikan dalam Al-Qur’an, dengan tujuan memperkuat integrasi nilai-nilai religius dalam pendidikan madrasah.
%20Guru%20dan%20Tenaga%20Kependidikan%20Madrasah.jpeg)