Rehabilitasi Bendung Congkar Sungai Keruh: Harapan Baru Bagi Petani Brebes Setelah 4 Tahun Penantian

 

Petani di wilayah Brebes menyambut dengan antusias rencana rehabilitasi Bendung Congkar Sungai Keruh. Rabu (19/06) (Foto:Rizal)


HARIANMERDEKA.ID, Brebes – Setelah penantian panjang selama empat tahun, para petani di wilayah Brebes menyambut dengan antusias rencana rehabilitasi Bendung Congkar Sungai Keruh. Kabar baik ini disambut gembira oleh para petani yang selama ini bergantung pada bendung tersebut untuk mengairi sawah mereka. Rabu (19/06).

Bendung Congkar Sungai Keruh berperan vital dalam mengairi sekitar 721 hektar lahan pertanian yang mencakup Desa Kaliwadas, Pamijen, Kalisumur, Kalilangkap di Kecamatan Bumiayu serta Desa Pengobatan dan Desa Cibentang di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Gabungan Congkar Subur, Alex M. Tohirin, menjelaskan bahwa kerusakan bendung mulai terlihat sejak tahun 2017 dan mencapai puncaknya pada tahun 2020 ketika bendung jebol sepanjang empat meter di bagian tengah. Akibatnya, petani setempat harus bergotong royong secara swadaya untuk membuat sodetan dengan bantuan alat berat dari Dinas Pertanian Brebes.

"Para petani secara gotong royong mendatangkan excavator untuk membuat sodetan agar air bisa masuk ke saluran irigasi Congkar," jelas Alex. Upaya gotong royong ini sudah dilakukan sembilan kali dengan total dana swadaya sekitar Rp 50 juta dari donatur petani.

Kepala UPTD Pemali Hulu Dinas PSDA PR Kabupaten Brebes, H. Rojikin ST, mengungkapkan bahwa pengajuan rehabilitasi bendung sudah diajukan sejak tahun 2020. "Alhamdulillah, perbaikan Bendung Congkar Sungai Keruh akan dimulai pada Juni 2024," ujarnya.

Kerusakan pada Bendung Congkar yang panjangnya mencapai 18 meter ini sangat merugikan para petani di enam desa tersebut. Upaya gotong royong yang dilakukan berkali-kali hanya mampu mengairi sekitar 30 persen lahan sawah. Hujan deras juga sering menggagalkan sodetan darurat yang dibuat, mengakibatkan sodetan tersebut hanya berfungsi selama 13 hari sebelum tergerus banjir.

"Upaya para petani sangat antusias, dengan kerja bakti gotong royong berulang kali dan mengeluarkan dana swadaya demi tanah sawahnya terairi," tandas Haji Rojikin.

Dengan dimulainya rehabilitasi Bendung Congkar, para petani Brebes kini memiliki harapan baru untuk masa depan pertanian mereka. Perbaikan ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi irigasi sepenuhnya, sehingga lahan sawah dapat kembali produktif dan para petani bisa menikmati hasil yang optimal.(**)