Dosen Teknik Geologi Akprind University Dorong Ekonomi Kawasan JJLS Yogyakarta dengan Program Inovatif

Dr. Ir. Sri Mulyaningsih, S.T., M.T., IPM., Dosen Teknik Geologi Universitas AKPRIND Indonesia



HARIANMERDEKA.ID, Yogyakarta- Dr. Ir. Sri Mulyaningsih, S.T., M.T., IPM., Dosen Teknik Geologi Universitas AKPRIND Indonesia, berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) untuk Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun 2024. Prestasi ini dicapai melalui dua proposal yang mengangkat tema pemberdayaan dan pengembangan geowisata di kawasan Yogyakarta.

Sri Mulyaningsih mengusung tema "Pemberdayaan Wilayah Pantai Selatan DIY Menuju Transformasi Kota Wisata dengan Aglomerasi Ekonomi Biru" untuk Program PkM dan "Pengembangan Geowisata Berbasis Inovasi Teknologi Geologi Bawah Permukaan pada Karst Gunung Sewu Jalur Lintas Pantai Selatan Yogyakarta" untuk Program Penelitian. Keduanya bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di sepanjang Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS).

Dalam wawancaranya di Podcast Radio Istakalisa, Sri Mulyaningsih menjelaskan bahwa proyek ini berlokasi di Karst Gunung Sewu, yang memiliki ciri khas lubang bawah permukaan. Dengan data geologi bawah permukaan, proyek ini bertujuan mengidentifikasi daerah rawan amblesan, mendukung pembangunan jalan tol dari Bawen ke Yogyakarta dan Solo ke Yogyakarta.

"Proyek ini mendukung kebijakan pemerintah daerah untuk mengalihkan aglomerasi ekonomi dari utara ke selatan melalui JJLS, memperkuat ekonomi dan pariwisata di kawasan selatan Yogyakarta," ujar Sri Mulyaningsih Rabu, (10/07).

Sri Mulyaningsih menekankan pentingnya membangun relasi dengan pemerintah daerah sebagai langkah pertama dalam keberhasilan proposal pendanaan. Diskusi dengan pemerintah tentang kebutuhan dan pertumbuhan ekonomi kawasan sangat krusial.

"Saya mengunjungi kabupaten, menyampaikan niat membuat proposal, dan mengajukan pendanaan hibah. Salah satu lokasi yang saya datangi adalah Jepitu, di mana Lurah setempat menyambut baik kerja sama ini," jelasnya.

Masalah yang dihadapi daerah tersebut, seperti UMKM yang belum optimal dan produk yang belum tersertifikasi, menjadi fokus utama dalam proposalnya. Selain itu, kerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengembangkan potensi wisata juga diintegrasikan dalam program ini.

Dengan diterimanya proposal ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi dan pariwisata di kawasan JJLS Yogyakarta, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.(***)