Anas Urbaningrum: Banjir Berulang Bukti Pembangunan Salah Arah, Negara Harus Hadir

 

Anas Urbaningrum



HARIANMERDEKA.ID, Jakarta– Serangkaian banjir yang kembali melanda berbagai daerah di Indonesia dinilai sebagai tanda kegagalan pendekatan pembangunan yang selama ini dijalankan pemerintah. Kritik tajam datang dari tokoh nasional Anas Urbaningrum melalui akun media sosial pribadinya @anasurbaningrum, Sabtu (29/11).


Anas menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan dengan cara merusak lingkungan bukanlah pembangunan yang sesungguhnya, melainkan bentuk kelalaian yang justru menimbulkan penderitaan baru bagi masyarakat. Ia menyebut bahwa kerusakan ekologis akibat pembangunan yang tidak terkendali kini harus ditanggung oleh rakyat yang tidak bersalah.


“Makin nyata, bahkan dirasakan dan ditanggung oleh orang-orang yang tidak bersalah, membangun dengan merusak alam bukanlah sejatinya pembangunan. Tidak adil kepada sesama, zalim kepada generasi yang akan datang,” tulis Anas dalam pernyataannya.


Menurut Anas, banjir yang terus berulang seharusnya menjadi alarm keras bagi bangsa ini untuk bangun dari tidur panjang. Ia menilai negara harus hadir dengan kebijakan yang benar-benar berpihak pada keberlanjutan lingkungan.


“Parade banjir yang terjadi musti bikin bangsa ini siuman. Negara musti terjaga, lalu hadir. Pembangunanisme musti dikoreksi,” lanjutnya.


Ia menambahkan bahwa konsep kebijakan terkait mitigasi bencana dan tata kelola lingkungan sejatinya sudah tersedia dan lengkap. Yang dibutuhkan hanya tindakan politik yang berani dan konsisten dari para pemegang kekuasaan.


“Konsep kebijakan sudah lengkap. Tinggal tindakan politik yang berani dan konsisten dari para pemangku kewenangan,” tegas Anas.


Pernyataan ini menjadi sorotan publik di tengah meningkatnya intensitas bencana banjir di sejumlah wilayah, terutama di kawasan yang mengalami alih fungsi lahan dan pembangunan infrastruktur tanpa perencanaan ekologis yang matang.


Hingga berita ini diturunkan, diskusi mengenai arah pembangunan nasional kembali menguat, terutama soal pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.