![]() |
| Fathurrahman-kamal-Ketua-Majelis-Tabligh-PP-Muhammadiyah |
HARIANMERDEKA.ID, Jakarta – Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, menegaskan bahwa tantangan terbesar generasi penerus Indonesia adalah melemahnya spiritualitas di tengah tuntutan kemajuan material. Pesan tersebut ia sampaikan dalam Seminar Internasional “Membangun Generasi Emas Indonesia 2045” yang digelar pada Kamis (27/11) di Jakarta.
Menurut Fathurrahman, ketidakseimbangan antara aspek spiritual dan material berpotensi melahirkan generasi dengan kepribadian yang terbelah. Ia menilai bahwa kemajuan materi tidak boleh menggerus fondasi moral dan keteguhan jiwa.
Selain itu, Fathurrahman menyoroti persoalan dualisme pendidikan di Indonesia yang masih terjebak pada dikotomi antara pendidikan agama dan pendidikan umum. Ia berharap sistem pendidikan nasional kelak berada di bawah satu kementerian agar memiliki arah yang lebih terpadu.
“Indonesia perlu mengambil paradigma tauhidi yang integralistik. Berbicara tentang Tuhan juga berarti berbicara tentang manusia dan dunia. Akhirat bukan sesuatu yang imajiner, tetapi dapat diwujudkan dalam kemaslahatan publik,” ujarnya dikutip HarianMerdeka, Jum'at (28/11).
Ia juga menyoroti hilangnya worldview dalam dunia pendidikan, di mana paradigma melihat hubungan Tuhan, manusia, dan alam mulai terputus karena proses sekularisasi yang kuat. Menurutnya, hal ini menyebabkan lemahnya kemampuan pendidik dalam melahirkan manusia yang utuh dan beradab.
Fathurrahman memperingatkan bahwa ketimpangan paradigma tersebut dapat menghasilkan pemimpin yang minim kesadaran moral serta teknologi yang tidak membawa maslahat, melainkan berbalik merusak lingkungan.
Menatap Generasi Emas 2045, ia berharap anak-anak Indonesia tidak hanya terampil dan produktif, tetapi juga memiliki kepedulian sosial di tengah meningkatnya individualisme dan materialisme.
