![]() |
| Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/11/2025) |
HARIANMERDEKA.ID, Jakarta – Pemerintah Indonesia mempercepat langkah besar menuju kemandirian energi bersih. Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/11/2025), untuk membahas percepatan implementasi program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan skema “Satu Desa Satu Megawatt”.
Usai pertemuan, Bahlil mengungkap bahwa pembahasan teknis program tersebut telah memasuki tahap akhir. Pemerintah kini tengah memfinalisasi skema pelaksanaan dan mekanisme pembiayaan agar proyek dapat segera direalisasikan.
“Program ini adalah bagian dari transformasi energi nasional. Kami ingin memastikan listrik bersih dan terjangkau dapat dinikmati seluruh masyarakat hingga ke desa-desa dan wilayah terpencil,” ujar Bahlil dikutip HarianMerdeka, Jumat (28/11).
Program PLTS skala desa ini diyakini akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju sistem energi yang mandiri, modern, dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi energi matahari yang melimpah, Indonesia diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menekan emisi karbon dalam jangka panjang.
Selain isu energi baru terbarukan, Bahlil juga menyinggung pembahasan mengenai insiden di **Bandara Morowali**. Ia menjelaskan bahwa tim satuan tugas telah diturunkan untuk melakukan investigasi mendalam, termasuk memastikan ada tidaknya aktivitas pertambangan ilegal.
“Presiden menginstruksikan agar seluruh proses penegakan hukum dilakukan secara tegas dan tanpa pengecualian,” tegas Bahlil.
Pertemuan ini menandai keseriusan pemerintahan Prabowo Subianto dalam mempercepat revolusi energi bersih sekaligus memperkuat tata kelola sektor pertambangan di tanah air.
