Puntadewa Gelar Workshop Kegawatdaruratan Psikiatri untuk Perkuat Layanan Jiwa di Banyumas

 


HARIANMERDEKA.ID, Banyumas – Yayasan Puntadewa bersama RSUD Banyumas mengadakan Workshop Kegawatdaruratan Psikiatri dan Penanganan Trauma Psikologis Pasca Bencana pada Minggu (16/11).


Kegiatan ini digelar di Aula Lantai III Gedung Thalasemia RSUD Banyumas dan diikuti 50 peserta dari berbagai rumah sakit di Banyumas Raya, termasuk RSUD Ajibarang, RSUD Wates, RSUD Goetheng Purbalingga, dan RS Siaga Medika.


Ketua Panitia, Catur Budi R, S.Kep.Ns., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bentuk komitmen Puntadewa dan RSUD Banyumas dalam meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan menghadapi kondisi kegawatdaruratan psikiatri.


Menurutnya, kasus-kasus seperti agitasi akut, percobaan bunuh diri, kekerasan, hingga risiko pasien yang dapat membahayakan diri maupun orang lain membutuhkan penanganan cepat dan terintegrasi.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kompetensi klinis, kemampuan komunikasi, serta kerja tim para tenaga kesehatan, termasuk pemahaman aspek legal,” ujarnya.


Para peserta yang terdiri dari dokter dan perawat mendapatkan materi dari narasumber berpengalaman di bidang psikiatri, keperawatan jiwa, manajemen krisis, dan teknik de-eskalasi. Materi tersebut diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.


Pembina Yayasan Puntadewa, dr. Hilma Paramitha, Sp.KJ., Subsp.EP (K), dalam sambutannya menegaskan komitmen yayasan untuk terus mendorong penguatan layanan kesehatan jiwa serta peningkatan kualitas hidup Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ia juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak di luar wilayah Banyumas.


Sementara itu, Direktur RSUD Banyumas, dr. Widyana Grehasututi, Sp.OG., Msi.Med., dalam sambutan virtualnya menekankan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis rumah sakit untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan kapasitas SDM sesuai visi RSUD Banyumas.


“Kami berharap kegiatan ini memberi dampak positif yang sama bagi seluruh peserta sehingga lahir tenaga kesehatan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” jelasnya.


Pembukaan acara turut dimeriahkan oleh penampilan seni tradisional dari grup karawitan Keswa Laras, yang menambah nuansa budaya dalam kegiatan edukatif tersebut.