Ma’ruf Amin Mundur dari Wantim MUI, Dorong Regenerasi Kepemimpinan Ulama

 

-KH Ma’ruf Amin

HARIANMERDEKA.ID, Jakarta-KH Ma’ruf Amin resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatan Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI). Langkah tersebut dipandang sebagai upaya mendorong regenerasi dan penguatan kelembagaan di tubuh MUI.


Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, membenarkan adanya surat pengunduran diri yang telah diterima secara internal oleh organisasi. Menurutnya, keputusan tersebut diambil atas dasar kearifan organisasi dan kebutuhan untuk memperkuat peran kelembagaan ke depan.


“Beliau dengan kesadaran penuh ingin mulai mengurangi aktivitas dalam struktur organisasi. Masa pengabdian beliau di MUI sudah sangat panjang,” ujar Zainut kepada Redaksi, Selasa (23/12).


Zainut menjelaskan, pengunduran diri Ma’ruf Amin diharapkan membuka ruang bagi lahirnya kepemimpinan baru, khususnya di Dewan Pertimbangan MUI, agar estafet kepemimpinan dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan.


“Beliau berharap langkah ini menjadi momentum percepatan regenerasi, sehingga MUI semakin adaptif dan kuat menghadapi tantangan umat dan bangsa,” katanya.


Meski tidak lagi berada dalam struktur formal, Ma’ruf Amin disebut tetap berkomitmen memberikan kontribusi pemikiran dan nasihat bagi umat melalui jalur nonstruktural. Menurut Zainut, peran substantif tersebut tetap dibutuhkan, meski tidak terikat jabatan organisasi.


“Beliau tetap ingin berkhidmat, hanya saja tidak lagi dalam posisi struktural,” jelasnya.


Zainut menambahkan, Dewan Pertimbangan MUI diharapkan dapat menjalankan fungsi konsultatif dan strategis secara lebih fokus dan efektif seiring dengan proses regenerasi kepemimpinan yang berjalan.


Sesuai mekanisme organisasi, pengunduran diri pimpinan MUI harus diproses berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Saat ini, surat permohonan tersebut masih dalam tahap administrasi dan akan dibahas dalam Rapat Pimpinan serta Rapat Paripurna MUI.


“Hingga ada keputusan resmi, secara organisatoris KH Ma’ruf Amin tetap menjadi sosok yang sangat dihormati. Keputusan akhir akan diambil secara kolektif-kolegial,” pungkas Zainut.