HARIANMERDEKA.ID , Aceh Tamiang - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta percepatan pembersihan sisa lumpur akibat banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Pembersihan tersebut mencakup fasilitas umum, perkantoran, hingga rumah warga yang terdampak.
Permintaan itu disampaikan Mendagri usai menggelar rapat bersama Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Forkopimda, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (22/12).
Menurut Mendagri, penanganan pascabanjir menjadi fokus utama pembahasan, termasuk pemetaan kebutuhan dan langkah konkret yang harus segera dilakukan oleh pemerintah daerah.
Ia juga menegaskan pentingnya percepatan pembangunan hunian tetap bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat banjir. Pembangunan hunian tersebut didukung oleh berbagai pihak, termasuk sektor swasta, dengan catatan pemerintah daerah segera menyiapkan lahan.
“Kalau lahannya sudah siap, kita bisa langsung bergerak cepat,” ujar Mendagri.
Sementara itu, warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang akan mendapatkan bantuan dana untuk renovasi. Bantuan tersebut dapat digunakan untuk membersihkan rumah dan memperbaiki bagian yang rusak agar dapat segera ditempati kembali.
Selain itu, Mendagri mengajak pemerintah daerah lain yang tidak terdampak bencana untuk ikut membantu korban banjir di Aceh Tamiang melalui semangat gotong royong.
Dalam kunjungannya, Mendagri juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa pakaian, makanan, selimut, serta kebutuhan khusus bagi perempuan dan anak-anak. Bantuan tersebut berasal dari pemerintah maupun pihak swasta.
Mendagri berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban dan menegaskan bahwa penyaluran bantuan akan terus dilanjutkan secara bertahap.
