Pemerintah Kebut Pulihkan Jaringan Komunikasi di Daerah Terdampak Bencana

 

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid



HARIANMERDEKA.ID, Jakarta – Pemerintah terus mendorong percepatan pemulihan layanan komunikasi di wilayah yang terkena banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan bahwa koordinasi dengan operator seluler dilakukan secara intensif untuk memastikan jaringan kembali stabil.


“Sudah, kita sudah bertemu para operator dan meminta percepatan. Mereka pun menjadi korban karena banyak pegawai yang terdampak, tetapi proses pemulihan terus berjalan dan hasilnya mulai terasa,” kata Meutya di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Kamis (04/12).


Meutya menjelaskan bahwa konektivitas sementara ditopang oleh layanan satelit seperti SATRIA-1 dan Starlink. Pemerintah juga tengah menata ulang titik akses internet Starlink agar lebih tertib dan terdata. Ia menargetkan pemulihan jaringan secara menyeluruh dapat selesai dalam dua hari.


“Beberapa akses internet kemarin masuk melalui berbagai jalur pemerintahan. Sekarang kita streamline. Per 1 Desember ada 149 titik yang terdata, dan kita lanjutkan proses penataan agar semuanya jelas posisinya,” ujar Meutya, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.


Saat ini, jaringan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah pulih lebih dari 90%. Dengan kondisi tersebut, fokus pemulihan diarahkan ke Aceh yang masih membutuhkan penguatan layanan komunikasi.


“Di Sumut dan Sumbar sudah 90–99%. Jadi sekarang prioritas kita dan operator adalah Aceh,” tegas Meutya.