![]() |
| Ilustrasi gambar (Ai) |
Selamat Hari Ibu…
Apa kabar, Ibu Pertiwi?
Apa kabar, ibu kota?
Engkau kian tak ramah
Melahirkan kehidupan.
Tak usah ditanya
Kabar 74 juta ibu-ibu miskin,
yang terselip di perumahan sempit,
ditindih frustrasi ekonomi,
bau busuk sampah dan comberan
Di gorong-gorong yang pesing.
Sementara Hari Ibu diperingati
Hanya sebagai upacara:
Teragenda resmi,
dengan anggaran negeri
yang di-mark up berkali-kali.
Istri-istri pejabat eselon
berbaris rapi dan genit,
ghibah berbisik-bisik,
memamerkan kebaya,
harga perhiasan,
dan promosi jabatan suaminya.
Pada suatu siang yang cerah,
segerombol siswa sekolah dasar
Termangu memandangi
Foto Kartini yang usang:
Dua puluh tujuh tahun terpasang
Sejak reformasi yang sia-sia.
Tanpa pigura,
di tembok berlubang,
kurang adonan semen
karena korupsi anggaran.
Mereka mengangguk khidmat,
penuh kagum,
lalu berujar lirih:
“Ah… inilah ibu pahlawan kita,
pencipta baju kebaya.
Kasihan sekali,
ia mati teramat muda.”
Era Bhre Javi
Senin, 22 Desember 2024–2025
