HARIANMERDEKA.ID, Jakarta- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan kecaman keras terhadap operasi militer Amerika Serikat yang disebut-sebut telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya.
Menurut Anwar, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan bentuk penggunaan kekuatan secara ilegal terhadap negara berdaulat.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun Twitter resminya, Anwar menegaskan bahwa penahanan paksa terhadap seorang kepala pemerintahan yang sah melalui intervensi eksternal tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
I have followed developments in Venezuela with grave concern. The leader of Venezuela and his wife were seized in a United States military operation of unusual scope and nature. Such actions constitute a clear violation of international law and amount to an unlawful use of force… pic.twitter.com/9C1Fz1bppx
Ia menilai langkah tersebut menciptakan preseden berbahaya yang berpotensi merusak tatanan hukum internasional dan melemahkan prinsip-prinsip pembatasan penggunaan kekuatan antarnegara. Minggu (04/01).
Anwar menekankan bahwa masa depan politik Venezuela sepenuhnya merupakan hak rakyat negara tersebut.
Menurutnya, sejarah telah berulang kali membuktikan bahwa pergantian kepemimpinan yang dipaksakan dari luar justru memperparah situasi, terlebih bagi negara yang tengah menghadapi krisis ekonomi berkepanjangan dan tekanan sosial yang mendalam.
Pemerintah Malaysia, lanjut Anwar, memandang penghormatan terhadap kedaulatan dan hukum internasional sebagai fondasi utama dalam menjaga hubungan damai antarnegara.
Ia menyerukan agar Presiden Maduro dan istrinya segera dibebaskan tanpa penundaan serta mendesak semua pihak untuk menahan diri.
Anwar juga menegaskan bahwa jalan terbaik untuk menyelesaikan krisis Venezuela adalah melalui keterlibatan konstruktif, dialog, dan upaya de-eskalasi.
Pendekatan tersebut dinilai lebih mampu melindungi warga sipil serta memberi ruang bagi rakyat Venezuela untuk memperjuangkan aspirasi mereka secara damai tanpa menambah penderitaan baru.
