Banjir Bandang Sungai Keruh Lumpuhkan Layanan PDAM Bumiayu, Ribuan Pelanggan Alami Krisis Air Bersih

 

 Jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) hancur akibat banjir bandang. Sabtu (24/01)

HARIANMERDEKA.ID, Brebes – Banjir bandang Sungai Keruh yang dipicu hujan berintensitas tinggi di wilayah Brebes Selatan berdampak serius terhadap layanan air bersih di Kecamatan Bumiayu. Selain merusak permukiman warga, bencana ini juga menghancurkan jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), menyebabkan ribuan pelanggan tidak dapat menikmati pasokan air seperti biasa. Jumat (24/01)


Arus banjir yang datang dari hulu sungai menghantam kawasan sumber mata air Bulakan dan Ulang, dua titik vital penyuplai air bersih bagi wilayah Bumiayu dan sekitarnya. Derasnya aliran air menyebabkan pipa transmisi hanyut dan rusak berat.


Pimpinan Unit PDAM Wilayah Bumiayu, H. Muflikhin, S.T., menjelaskan bahwa kerusakan jaringan pipa terjadi hampir menyeluruh, terutama pada pipa transmisi berukuran besar.


“Banjir bandang kemarin hampir menyapu seluruh jaringan pipa air bersih, khususnya pipa transmisi dengan diameter 200 milimeter, 150 milimeter, dan 100 milimeter,” ujarnya.


Kerusakan terparah tercatat di Desa Adisana, tepatnya pada jalur pipa dari sumber mata air Bulakan dengan panjang mencapai sekitar 300 meter. Sementara itu, di wilayah Ulang, yang berdekatan dengan Desa Wanareja, Kecamatan Sirampog, kerusakan jaringan pipa diperkirakan mencapai 150 meter.


Menurut Muflikhin, kondisi di lapangan cukup berat karena sebagian pipa terbawa arus banjir dan hilang, sehingga diperlukan pengadaan material baru sebelum proses perbaikan dapat dilakukan.


Selain keterbatasan material, faktor cuaca yang belum stabil juga menjadi kendala utama. Hingga kini, tim PDAM masih fokus melakukan pendataan kerusakan dan menghitung kebutuhan teknis yang diperlukan.


“Dalam situasi cuaca seperti sekarang, kami baru bisa melakukan inventarisasi kerusakan dan perencanaan kebutuhan material,” tambahnya.


Wilayah terdampak gangguan layanan air bersih mencakup hampir seluruh Kecamatan Bumiayu, di antaranya Desa Dukuh Turi, Karangturi, Bumiayu, Adisana, Kaliwadas, Kalierang, Jatisawit, Laren Pruwatan, serta beberapa wilayah lain. Jumlah pelanggan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 7.600 pelanggan.


Sebagai langkah darurat, PDAM telah menyiapkan distribusi air bersih melalui dropping air menggunakan armada tangki, sesuai arahan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan dampak krisis air bersih bagi masyarakat selama masa perbaikan.


“Kami berusaha semaksimal mungkin agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” kata Muflikhin.


Apabila kondisi cuaca membaik dan proses perbaikan berjalan sesuai rencana, aliran air bersih diperkirakan dapat kembali normal dalam waktu sekitar 10 hari. Namun, untuk pembersihan jaringan pipa dari lumpur dan material bawaan banjir, diprediksi membutuhkan waktu lebih lama.


Secara keseluruhan, PDAM menargetkan pemulihan layanan air bersih dapat tercapai dalam 15 hingga 20 hari pascabencana.

Muflikhin juga mengungkapkan bahwa kerusakan jaringan pipa akibat banjir bukan kali pertama terjadi. Letak sumber mata air yang berdekatan langsung dengan aliran Sungai Keruh menjadi tantangan besar dalam menjaga keberlanjutan layanan air bersih.


“Posisi sumber mata air lebih rendah dari permukaan sungai saat banjir, sehingga limpasan air sulit dihindari meskipun pipa sudah direlokasi dan ditanam hingga kedalaman tiga meter,” pungkasnya.