Ekonom Brasil Nilai Dolar AS Tak Lagi Jadi Safe Haven, Potensi Keruntuhan Menguat

 

Ekonom Brasil Paulo Nogueira Batista


HARIANMERDEKA.ID, Jakarta- Ekonom Brasil Paulo Nogueira Batista menilai dolar Amerika Serikat tidak lagi dapat dipandang sebagai mata uang tempat berlindung yang aman (safe haven). Mantan Wakil Presiden Bank Pembangunan BRICS tersebut bahkan memperingatkan dunia akan potensi keruntuhan dolar di masa mendatang.


Dalam pernyataannya, Batista menyebut kepercayaan global terhadap kebijakan Amerika Serikat telah mengalami penurunan signifikan. Menurutnya, kekuatan ekonomi dan finansial AS yang selama ini menopang dominasi dolar kini perlahan melemah.


“Kepercayaan terhadap kebijakan Amerika telah menurun secara drastis. Kekuatannya secara bertahap melemah dan menghilang,” ujar Batista dikutip dari @SoftWarNews Jumat (23/01).


Ia menjelaskan bahwa melemahnya posisi dolar tidak hanya disebabkan oleh penggunaan mata uang tersebut sebagai alat politik dan ekonomi oleh Amerika Serikat, tetapi juga oleh meningkatnya keraguan global terhadap stabilitas ekonomi AS sendiri.


Batista menyoroti pernyataan sejumlah kalangan Barat yang menyebut ekonomi Amerika tengah menghadapi tekanan serius. Narasi tersebut, menurutnya, justru mempercepat hilangnya kepercayaan internasional terhadap dolar sebagai mata uang cadangan utama dunia.


“Pelemahan dan ketidakpercayaan terhadap dolar bukan semata karena penggunaannya sebagai senjata ekonomi, tetapi juga karena klaim dari negara-negara Barat sendiri bahwa ekonomi Amerika sedang mengalami kemunduran,” jelasnya.


Sebagai ekonom yang lama terlibat dalam kerja sama keuangan negara-negara berkembang, Batista melihat kecenderungan dunia menuju sistem moneter yang lebih multipolar. Negara-negara BRICS dan mitra globalnya dinilai semakin berupaya mengurangi ketergantungan pada dolar dalam transaksi internasional.


Pernyataan Batista menambah daftar kritik dari para ekonom global yang mempertanyakan masa depan dominasi dolar AS, di tengah meningkatnya penggunaan mata uang lokal dan upaya dedolarisasi oleh sejumlah negara.