Kembali ke Indonesia, Presiden Prabowo Amankan Investasi Rp90 Triliun dan Perkuat Peran Diplomasi Global

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba kembali di Tanah Air.Sabtu (24/01)



HARIANMERDEKA.ID, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba kembali di Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja ke luar negeri yang sarat agenda strategis di bidang ekonomi, diplomasi, dan kerja sama internasional.


Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden mendarat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 17.41 WIB. Setibanya di Jakarta, Presiden Prabowo disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra. Sabtu (24/01)


Selama lawatan luar negeri, Presiden Prabowo menjalani sejumlah pertemuan penting dengan para pemimpin dunia. Kunjungan diawali di Inggris, di mana Presiden bertemu dengan Perdana Menteri Keir Starmer serta Raja Charles III.


Dari pertemuan tersebut, Indonesia berhasil mengamankan tiga kesepakatan utama. Salah satunya adalah komitmen investasi Inggris sebesar 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp90 triliun. Selain itu, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di sektor maritim serta pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di dalam negeri.


Kerja sama juga diperluas ke bidang pendidikan tinggi, meliputi peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia di Inggris, rencana pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, serta program pertukaran dosen guna memperkuat kualitas sumber daya manusia.


Usai dari Inggris, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026. Dalam forum bergengsi tersebut, Presiden memaparkan arah kebijakan dan visi ekonomi Indonesia di hadapan sekitar 1.000 pimpinan perusahaan global.


Paparan tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok global serta membuka peluang investasi baru, khususnya di sektor energi hijau, ekonomi digital, dan sektor strategis lainnya.


Selain capaian ekonomi, kehadiran Indonesia di Davos juga menghasilkan langkah diplomatik penting. Indonesia resmi menjadi anggota Board of Peace (Dewan Perdamaian), sebuah forum internasional yang berperan dalam mendorong penyelesaian konflik dan upaya perdamaian dunia.


Keanggotaan ini memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi global, termasuk dalam mendorong solusi damai bagi konflik kemanusiaan, seperti yang terjadi di Gaza.

Rangkaian kunjungan luar negeri tersebut menegaskan fokus pemerintahan Presiden Prabowo pada penguatan ekonomi nasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.